Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Headline Tribun Timur

Puasa Beda, Lebaran Sama

Warga Muhammadiyah akan mulai menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1445 H 11 Maret, warga NU kemungkinan 12 Maret ikuti pemerintah.

Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM
Headline koran Tribun Timur edisi Minggu (10/3/2024). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Warga Muhammadiyah akan mulai menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1445 H, Senin (11/3/2024) besok.

Tanggal 1 Ramadhan 1445 H versi Muhammadiyah telah diumumkan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Sabtu (20/1/2024) lalu.

Keputusan penetapan tersebut dilakukan dengan menggunakan metode Hisab Wujudul Hilal Hakiki.

Warga Muhammadiyah di Makassar, Sulsel, pun akan mulai menunaikan shalat tarawih, malam ini; dan dilanjutkan makan sahur, Senin dini hari.

Sementara, Nahdliyin atau warga NU kemungkinan baru akan memulai puasa, Selasa (12/3/2024) lusa, mengikuti keputusan pemerintah.

Di Arab Saudi, puasa Ramadhan kemungkinan akan dimulai juga, Senin besok.

Pemerintah Arab Saudi mempunyai wewenang untuk mengumumkan anjuran dan larangan bagi warga di sana, termasuk pemutusan hari pertama puasa.

Arab Saudi biasanya menentukan hari pertama Ramadan menggunakan metode pemantauan hilal atau rukyah.

Secara astronomis mereka melakukan pemantauan yang berpatokan pada posisi bulan.

Namun, mereka juga mengandalkan perhitungan kalender bulan bernama Ummul Qura sebagai salah satu metode penentuan hari pertama Ramadan.

Hingga kini, pemerintah Arab Saudi belum memberikan pengumuman resmi mengenai hari pertama Ramadan.

Namun, warga Arab Saudi sudah memperkirakan bahwa Ramadan akan jatuh pada Senin besok.

Kementerian Agama atau Kemenang akan menggelar Sidang Isbat Penetapan Awal Ramadan 1445 H, Ahad atau Minggu (10/3/2024) hari ini.

Baca juga: Senin Warga Muhammadiyah Mulai Puasa Ramadhan, Pemerintah Jadwalkan Sidang Isbat 10 Maret

Sidang Isbat akan dihelat di Auditorium H.M Rasjidi Kementerian Agama, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas Islam) Kamaruddin Amin mengatakan, kegiatan ini akan digelar secara hybrid, daring dan luring.

“Sidang Isbat ini merupakan salah satu layanan keagamaan bagi masyarakat untuk mendapat kepastian mengenai pelaksanaan ibadah,” kata Kamaruddin Amin sebagaimana dikutip dari laman resmi Kemenag, kemenag.go.id, Sabtu (9/3/2024).

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Kemenag, Adib menambahkan, Sidang Isbat akan melibatkan Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama, serta dihadiri para duta besar negara sahabat dan perwakilan ormas Islam.

Sidang ini juga akan melibatkan perwakilan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dan undangan lainnya.

"Kami juga mengundang pimpinan MUI dan Komisi VIII DPR RI untuk hadir dalam sidang," katanya.

Adib menerangkan, Sidang Isbat akan dibagi menjadi tiga tahap.

Pertama, pemaparan posisi hilal awal Ramadhan 1445 H berdasarkan hasil hisab (perhitungan astronomi).

Pemaparan dilakukan Tim Hisab dan Rukyat Kemenag mulai pukul 17.00 WIB.

"Sesi ini terbuka untuk umum dan akan disiarkan secara live di Channel Youtube Bimas Islam,” ujar Adib.

Baca juga: Sikapi Usulan Muhammadiyah, Ketua Komisi VIII: Sidang Isbat Tetap Penting Memupuk Toleransi

Kedua, Sidang Isbat Penetapan Awal Ramadan 1445 Hijriah yang digelar secara tertutup setelah Salat Magrib.

Selain data hisab (informasi), sidang isbat juga akan merujuk pada hasil rukyatulhilal (konfirmasi) yang dilakukan Tim Kemenag pada 134 lokasi di seluruh Indonesia.

"Tahap ketiga, konferensi pers hasil sidang isbat yang juga disiarkan melalui media sosial Kemenag," katanya.

Penjelasan BRIN

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) BRIN menyebut, kendati awal puasa akan berbeda, namun Idulfitri atau Lebaran 2024 akan berlangsung sama.

Peneliti Astronomi dan Astrofisika BRIN, Thomas Djamaluddin, menjelaskan, alasan terjadinya perbedaan awal puasa Ramadan dan persamaan Lebaran di Indonesia karena perbedaan kriteria dan perbedaan otoritas.

"Kalau dilihat dari prinsip kalender, perbedaan itu terjadi karena perbedaan kriteria dan perbedaan otoritas," kata Thomas.

Thomas menjelaskan bahwa kriteria hilal yang diresmikan oleh pemerintah Indonesia dan ormas Islam adalah tinggi minimal 3 derajat Celcius dan elongasi bulan dengan matahari sebesar 6,4 derajat.

Kriteria ini telah disetujui oleh para menteri agama di Malaysia, Brunei Darussalam, Indonesia, dan Singapura (MABIMS).

Wilayah yang memenuhi kriteria ini terletak di Benua Amerika, sedangkan Asia Tenggara belum memenuhinya, sehingga kemungkinan besar tidak akan ada hasil rukyat pada 10 Maret 2024.

Thomas menyebut faktor itulah yang membuat awal Ramadaan di Indonesia jatuh pada 12 Maret 2024.

Meski begitu di Indonesia, ada organisasi masyarakat atau ormas yang menggunakan kriteria berbeda, yakni wujudul hilal.

Pada 10 Maret 2024 di Indonesia, katanya, posisi Bulan sudah di atas ufuk dan sudah positif.

Di Jakarta, posisi Bulan tingginya 0,7 derajat dan elongasi sudah di atas ufuk, namun masih kurang dari 6,4 derajat.

Organisasi masyarakat tersebut lantas memutuskan awal Ramadhan jatuh pada 11 Maret 2024.

"Pemerintah mengumumkan pada sidang isbat, tapi otoritas ormas dan pimpinan ormas sudah mengumumkan lebih dahulu," terangnya.

Meski awal Ramadan antara pemerintah dan ormas berbeda, tanggal Lebaran atau Idulfitri akan ada persamaan.

Pada 9 April 2024, posisi Bulan di wilayah Indonesia sudah cukup tinggi lebih dari 6 derajat dan elongasi sekitar 8 derajat.

Faktor itu secara hitung-hitungan sudah memenuhi kriteria MABIMS, yakni minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

"Saat sidang isbat tanggal 9 April 2024 akan diputuskan bahwa Idul Fitri jatuh pada 10 April 2024. Itu sama dengan kriteria wujudul hilal yang sudah dilakukan salah satu ormas, sehingga nanti Idul Fitri akan seragam tanggal 10 April 2024," tutur Thomas.(*)

Selengkapnya baca koran Tribun Timur edisi Minggu (10/3/2024) hari ini.

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved