Perkumpulan Bara Ikan Sokong Permodalan Nelayan untuk Tingkatkan Daya Beli
Perkumpulan Bara Ikan sokong permodalan nelayan untuk tingkatkan daya beli masyarakat nelayan.
Penulis: M Yaumil | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Perkumpulan Bara Ikan sokong permodalan nelayan untuk tingkatkan daya beli masyarakat nelayan.
Hal itu disampaikan dalam Rapat Tahunan Anggota Koperasi Tompo Berkah di Kabupaten Takalar, Rabu (6/3/2024).
Bara Ikan menyampaikan visi sejahterakan nelayan lewat program Kelompok Nelayan Mandiri (Kalamari).
Bara Ikan adalah perkumpulan para pelaku eksportir ikan di Kota Makassar.
Kehadiran Bara Ikan untuk menjahit dan mengkoneksikan antara nelayan ke pembeli lokal maupun mancanegara.
Kesamaan persepsi anggota Bara Ikan soal potensi perikanan di Indonesia Timur yang sangat besar.
Baca juga: DKP Sulsel Bakal Latih Milenial untuk Budidaya Ikan, Modal Alat Disiapkan BI
Ketua Bara Ikan, Rusdi Hidayat mengatakan koperasi Tompo Berkah salah satu koperasi terbaik dan mendapatkan rekomendasi sehat dari pemerintah pusat.
Pihaknya sangat selektif dalam menentukan mitra.
Koperasi Tompo Berkah menjadi mitra yang pas dalam hal menjalankan program Bara Ikan.
Sasaran dari program adalah peningkatan kesejahteraan nelayan.
Bukan hanya sebagai objek, tetapi sasaran untuk peningkatan skil dan pembinaan.
“Koperasi Tompo Berkah yang kami serius untuk jadikan mitra dalam pembinaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan ke depannya,” katanya.
Bara Ikan sendiri sedang menggagas program Kalamari dengan PT Thunusea Media Oceana.
Program dalam bentuk permodalan untuk kebutuhan nelayan dan keluarganya yang ditinggal di darat.
Program ini bukan dalam bentuk cash atau uang tunai.
Melebihi itu, bentuknya barang serta kebutuhan nelayan saat menerjang ombak mencari ikan.
“Program adalah penyaluran bantuan permodalan, yang disalurkan tidak dalam bentuk cash atau tunai,” jelas Rusdi Hidayat.
Baca juga: Makassar Teratas Realisasi Investasi di Sulsel 2023, Kanada Terbanyak Tanam Modal
“Melainkan dalam bentuk barang yang dibutuhkan oleh nelayan dalam menangkap ikan, termasuk kebutuhan untuk keluarga yang ditinggalkan di rumah,” ujar Caleg PKS itu.
Kemampuan produksi nelayan, akan sangat tergantung seberapa lama bertahan untuk mengunjungi spot-spot ikan berada.
Termasuk bekal yang ditinggalkan untuk keluarga di darat. Selain itu kebutuhan peralatan yang lebih memadai.
Seperti solar dan es batu, juga akan menentukan kualitas ikan yang dibutuhkan.
Dengan begitu bisa memperbaiki nilai jual ikan.
“Kehadiran Bara Ikan untuk membantu mendapatkan pasar yang dapat menjadi nilai tawar nelayan bagi suply dan pasar,” sebut Rusdi.
Koperasi Tompo Berkah salah satu koperasi yang ikut bertanda tangan dalam MOU dengan Bara Ikan terkait pembinaan koperasi khususnya bagi anggota nelayan.
Dalam rapat dihadiri Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sulawesi Selatan, H Ashari Radjamilo.
Ia membuka kegiatan sekaligus memberikan arahan tentang pengembangan dan sinergi dengan program pemerintah Sulawesi Selatan.
Ashari mengapresiasi kehadiran Bara Ikan dan Thunusea sebagai sebuah entitas yang dapat memajukan perekonomian masyarakat nelayan.
“Bapak PJ Gubernur Sulsel sangat mengapresiasi kehadiran entitas ini, yang sangat membantu meningkatkan ekspor dan peningkatan produksi para nelayan dan koperasi Nelayan,” tutupnya.(*)
Laporan Kontributor Tribun-Timur.com, M Yaumil
| Warga Tamalate Galut Antusias Rekam KTP-el, Disdukcapil Takalar Pastikan Semua Layanan Gratis |
|
|---|
| Ratusan Petani Jagung Takalar Dapat Edukasi KUR dan Keuangan Usaha |
|
|---|
| Sulitnya Menangkap Ikan di Bone, Nelayan harus Berlayar hingga Perairan Selayar |
|
|---|
| Polres Takalar dan Pemda Panen Raya Jagung di Cakura Polsel, Produktivitas Tembus 10 Ton per Hektar |
|
|---|
| Wabup Takalar Hengky: Koperasi Merah Putih Instrumen Keadilan Ekonomi Masyarakat Desa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Perkumpulan-Bara-Ikan-sokong-permodalan-nelayan-di-Kabupaten-Takalar-Sabtu-9032024.jpg)