Opini
Menjadi Perindu Ramadan
Namun sayang, mereka tidak mempersiapkan diri menyambutnya, sehingga Ramadan datang dan pergi begitu saja.
Wajib bagi setiap mukmin untuk melandasi ibadahnya kepada Allah Ta’ālā dengan ilmu yang benar.
Tidak ada alasan bagi setiap mukmin untuk tidak mengetahui ilmu yang berkenaan dengan hal-hal yang telah diwajibkan kepadanya.
“Menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap muslim”, demikian pesan Nabi kita, Muhammad allallāhu ‘alaihi wa sallam (Sunan Ibnu Mājah, 1: 81/224).
Bekal ini amat penting agar ibadah kita menuai manfaat, berfaedah, dan tidak asal-asalan.
‘Umar bin ‘Abdul ‘Azīz ra imahullāh berkata, “Barangsiapa yang beribadah kepada Allah tanpa ilmu, maka dia akan membuat banyak kerusakan daripada mendatangkan kebaikan.” (al-Amru bi al-Ma’rūf wa al-Nahyi ‘an al-Munkar, 19).
Tidak tahu akan hukum puasa, bisa jadi puasa kita rusak.
Tidak tahu apa saja hal-hal yang disunahkan saat puasa, kita bisa kehilangan pahala yang banyak.
Tidak tahu jika maksiat bisa mengurangi pahala puasa, bisa jadi hanya mendapatkan lapar dan dahaga saat puasa.
Merancang Agenda Ibadah
Sebelum kedatangannya, hendaknya kita merancang berbagai program agar memperoleh kebaikan yang banyak di bulan Ramadan.
Tidak selayaknya, bulan yang penuh kemuliaan ini diisi dan dijalani dengan gaya hidup biasa yang mungkin masih belum tertata rapi dalam upaya peningkatan iman dan takwa.
Apabila tidak memiliki perencanaan Ramadan, boleh jadi Ramadan akan dilalui tanpa makna.
Tentu ini adalah satu kerugian besar. Setelah rancangan ukhrawi tersebut telah tersusun rapi dan matang, hendaknya kita bertekad kuat untuk mengaplikasikannya.
Tekadkan dalam sanubari kita untuk memaksimalkan setiap waktu di dalamnya, karena bisa jadi Ramadan kali ini adalah yang terakhir bagi kita.
Akhirnya, semoga Allah Sub ānahu wa Ta’ālā menunjuki kita kepada sikap terbaik dalam menyambut bulan berkah ini.
Dengan curahan taufik-Nya, semoga kita mampu memakmurkan Ramadan dengan semestinya, sehingga saat keluar darinya, terampuni pula semua dosa-dosa kita.
Mari bersegera untuk mempersiapkan diri! Jika dengan bulan Ramadan saja kita masih tidak tergerak untuk bersegera dalam kebaikan, nikmat besar mana lagi yang akan mampu mengubah keadaan kita? Wallāhu a’lam.
| Menolak Korupsi Senyap: Mengapa Mengembalikan Pilkada ke DPRD Adalah Kemunduran |
|
|---|
| Makna Filosofis Sejarah Pohon Sawo Ditanam Presiden Soekarno Awal Tahun 1965 di Badiklat Kejaksaan |
|
|---|
| Manajemen Talenta: Harapan Baru Birokrasi Sulsel? |
|
|---|
| Fantasi Kerugian 1 Triliun Dalam Kasus Kuota Haji |
|
|---|
| Penuhi Gizi Seimbang dari Pangan Lokal: Pelajaran dari Sulsel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Azwar-Iskandar-Dosen-Sekolah-Tinggi-Ilmu-Islam-dan-Bahasa-Arab-STIBA-Makassar-67.jpg)