Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Harga Beras Melonjak

Produksi Petani Minim Penyebab Harga Beras Melejit di Sulsel

Sepekan terakhir harga beras medium di Sulsel berada dikisaran Rp16 ribu per kilogramnya.

Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/FAQIH IMTIYAAZ
Pimpinan Wilayah Bulog Sulselbar Imron Rosidi. Imron mengaku kenaikan harga beras karena belum masuk panen. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel) keluhkan harga beras melonjak tajam.

Sepekan terakhir harga beras medium saja berada dikisaran Rp16 ribu per kilogramnya.

Pedagang di Pangkep Rahma curhat dengan naiknya harga beras.

"Kalau harga beras premium, dulu Rp14 ribu, sekarang sudah Rp16.500 perkilogram," ujar Rahma ditemui Tribun-Timur.com di Pasar Sentral Pangkajene, Minggu (25/2/2025).

Pimpinan Wilayah Bulog Sulsel Imron Rosidi sudah menjelaskan alasan kian naiknya harga beras.

Diantaranya, terkait produksi beras yang belum bisa menutupi permintaan pasar.

Imron mengaku periode Januari hingga Maret belum memasuki masa panen petani.

"Sampai sekarang belum ada panen jadi menunggu nanti diawal april ada panen besar," kata Imron saat ditemui beberapa waktu lalu.

"Kalau dilihat ada kaitan supply demand karena produksi belum ada, terus permintaan tetap malah bertambah," lanjutnya.

Saat ini, Imron mengaku ada sejumlah petani yang sudah panen.

Namun hasil panennya masih rendah, disisi lain harga jualnya melejit.

Di tingkat petani saja harga jualnya diatas Rp7.000 per Kg.

Angka ini jauh dari Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang telah ditetapkan.

Baca juga: BREAKING NEWS: Harga Beras Melonjak, Di Pangkep Kualitas Medium Tembus Rp16 Ribu per Kg

"Sekarang panen sporadis saja harganya di atas Rp7.000, padahal HPP cuma Rp5.000. Semetara (Daya beli) Rp6.300 yang harus dibeli bulog. Sementara diluar sana (dijual) Rp7.000 sampai Rp8.000," lanjutnya.

Kebutuhan beras diprediksi masih akan meningkat beberapa pekan ke depan.

Terlebih momentum bulan Ramadhan semakin dekat.

Imron hanya memastikan stok beras saat ini masih mencukupi.

Dirinya berharap serapan bulog bisa maksimal pada masa panen nanti.

"Semoga di panen besar bisa kita serap. Kalau ketersediaan, ada stok," tutupnya.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, Faqih Imtiyaaz

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved