Diskusi S3 Sosiologi Unhas
Prodi S3 Sosiologi Unhas Selaraskan Kurikulum 2024
Melalui Focused Group Discussion (FGD), jajaran pendidik hingga alumni S3 Sosiologi Unhas merumuskan arah pendidikan di 2024.
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Prodi S3 Sosiologi Unhas menggelar penyelarasan kurikulum 2024 di Departemen Sosiologi, Kampus Unhas, Sabtu (24/2/2024).
Melalui Focused Group Discussion (FGD), jajaran pendidik hingga alumni S3 Sosiologi Unhas merumuskan arah pendidikan di 2024.
Hadir Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan Unhas Prof Musrizal Muin.
Kemudian Ketua Departemen Sosiologi Prof Hasbi Marissangan, Ketua Prodi S3 Sosiologi Unhas Rahmat Muhammad bersama jajaran dosen pengajar serta mahasiswa dan Alumni S3 Sosiologi Unhas.
Prof Musrizal Muin mengaku manfaat FGD ini bisa meningkatkan kualitas program studi Sosiologi S3 dan mahasiswa.
Lebih jauh dalam merumuskan strategi preliminary study untuk mendapatkan data rasional masa studi yang ditempuh selama tiga tahun.
"(Kita) mengidentifikasi gap untuk Novelty topik penelitian Desertasi yang dilakukan oleh mahasiswa," jelas Prof Musrizal Muin.
Sementara itu, Rahmat Muhammad mengaku hasil pembahasan ini akan diselaraskan dengan arah Departemen Sosiologi.
"Pada dasarnya kurikulum Prodi S3 Sosiologi tahun 2024 ini berusaha menyesuaikan dengan kebijakan Rektor Unhas, begitu juga kurikulum pada tingkat Departemen Sosiologi untuk diselaraskan sehingga tidak overlap (tumpang tindih)," jelasnya.
Forum ini juga menghasilkan profil alumni nantinya yang selaras dengan pembelajaran.
"Profil alumni saat bergelar Doktor sebagai Peneliti sosial, perencana sosial, konsultan pembangunan, dan akademisi," lanjutnya.
Nantinya kurikulum ini bakal diterapkan dalam proses belajar mengajar tahun 2024.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, Faqih Imtiyaaz
Hidayah Muhallim: Kenaikan Pajak Hiburan Kurang Sosialisasi |
![]() |
---|
Asisten 3 Pemprov Sulsel Tautoto Tana Ranggina Jadi Ketua Alumni S3 Sosiologi Unhas |
![]() |
---|
Salahuddin Yahya Ungkap Dampak Kenaikan Pajak dari Aspek Sosiologi, Apa Saja? |
![]() |
---|
Kenaikan Pajak Hiburan Kontradiktif, Tautoto Tana Ranggina: Imbasnya Segmen Pariwisata |
![]() |
---|
Tautoto Tana Ranggina: Apakah Pemerintah Kurang Duit Jadi Naikkan Pajak Hiburan? |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.