Headline Tribun Timur
963 Anggota KPPS Tumbang
Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel mencatat ada 2.350 orang sakit sebanyak 963 pasien dari Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dua anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kota Makassar, meninggal dunia. Keduanya terdiagnosa mengalami kelelahan usai menjalankan tugas-tugasnya.
Selain meninggal dunia, ratusan anggota KPPS juga dilaporkan dilarikan ke rumah sakit karena kelelahan.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel mencatat ada 2.350 orang sakit.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 963 pasien dari Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).
Lalu ada pemilih tumbang sebanyak 754 orang.
Kemudian 185 petugas PPS sakit, 145 saksi juga sakit serta ada 144 linmas juga tumbang.
Berikutnya 98 petugas Bawaslu sakit, 31 PPK turut sakit serta ada 64 petugas lainnya.
Dari angka tersebut, 2.270 pasien mendapat rawat jalan.
Lalu ada 55 pasien tercatat rawat inap, serta ada 59 pasien masuk IGD.
Baca juga: Update Real Count KPU DPD RI Sulsel : 2 Pendatang Baru Al Hidayat Samsu dan Abdul Waris Halid Unggul
Baca juga: Real Count KPU DPRD Sulsel I : Appi Unggul di Golkar, Cicu Nasdem, Fadli Ananda PDIP, Fadel Gerindra
Kepala Dinas Kesehatan Sulsel Ishaq Iskandar menyebut kebanyakan akibat kelelahan.
"Rata-rata memang kelelahan, terbesar itu headache (sakit kepala)," jelas Ishaq Iskandar.
Akibat kelelahan, banyak penyelenggara maupun pemilih dibawa ke puskesmas.
Sementara itu, dua anggota KPPS di Makassar yang meninggal dunia masing-masing bernama Wiliam Tandi Paelongang (23), anggota KPPS di TPS 07 Kelurahan Bangkala, Kecamatan Manggala, Makassar, dan seorang lagi berinisial DS, anggota KPPS di TPS 45, Kelurahan Minasa Upa, Kecamatan Rappocini, Makassar.
Keduanya meninggal dunia sehari setelah hari pencoblosan.
Wiliam meninggal dunia usai mengantar undangan ke setiap rumah warga yang akan mencoblos.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Headline-koran-Tribun-Timur-edisi-Jumat.jpg)