Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PKB Sulsel Minta Masyarakat Kawal Kecurangan di 7.326 TPS

Hasilnya dari 26.357 TPS di Sulawesi Selatan (Sulsel), terdapat 7.326 TPS yang dikategorikan rawan oleh Bawaslu Sulsel.

Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Saldy Irawan
dok pribadi
Ketua PKB Sulsel Azhar Arsyad saat ditemui di Gedung DPRD Sulsel beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - DPW Paratai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Selatan (Sulsel) tanggapai adanya 7.326 tempat pemungutan suara (TPS) rawan.

Pada Senin 12 Februari kemarin, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel merilis peta kerawanan TPS di Sulsel.

Hasilnya dari 26.357 TPS di Sulawesi Selatan (Sulsel), terdapat 7.326 TPS yang dikategorikan rawan oleh Bawaslu Sulsel. 

Pemetaan kerawanan tersebut dilakukan terhadap 7 variabel dan 22 indikator yang kemungkinan terjadi menjelang hingga pada saat Pemilu 14 Februari nanti.

Ketua PKB Sulsel Azhar Arsyad mengatakan, setiap TPS rawan yang dimaksud oleh Bawaslu haris dibuka dan disampaikan kepada masyarakat.

"Harus disampaikan ke publik agar masyarakat juga terlibat dalam hal ini," katanya saat dihubungi, Selasa (13/2/2024).

Menurutnya, fungsi pengawasan tidak hanya dilakukan oleh KPU dan Bawaslu saja, namun masyarakat juga harus ikut andil dalam hal tersebut.

"Makanya diumumkan biar masyarakat ramai-ramai ke lokasi yang dibilang rawan itu," ujarnya.

Adapun kata Azhar, meskipun saksi setiap partai kuat disetiap TPS namun hal itu tidaklah cukup.

"Memang pada dasarnya harus melibatkan masyarakat menurut saya, saksi di TPS itu satu hal tapi itu tidak cukup," ungkapnya.

"Keterlibatan masyarakat agar bisa berbondong-bondong datang ke TPS tersebut seperti pemilu 2019 lalu," tambah dia.

Pasalnya, kata Azhar, keuatan kontrol terkuat untuk mengatasi kecuarangan ada pada masyarakat itu sendiri.

"Karena kalau masyarakat bisa langsung sebarkan kemana-mana, dimunculkan di media sosial atau lainnya, itu alat kontrol paling baik menurut saya," jelasnya.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved