Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Lelang Jabatan Kepala OPD Pemkot Makassar Diminati 30 ASN, Dua dari Sulbar

Akhmad Namsum menjelaskan, 30 ASN tersebut merupakan pelamar lelang jabatan yang sempat tertunda pada Oktober 2023 lalu.

Penulis: Siti Aminah | Editor: Ari Maryadi
Siti Aminah/Tribun-Timur.com
Kepala BKPSDMD Makassar Akhmad Namsum. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sebanyak 30 Aparatur Sipil Negara (ASN) menyatakan ingin maju dalam seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Pemerintah Kota Makassar.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Makassar, Akhmad Namsum.

Akhmad Namsum menjelaskan, 30 ASN tersebut merupakan pelamar lelang jabatan yang sempat tertunda pada Oktober 2023 lalu.

"Dari pelamar yang mendaftar lelang jabatan sebelumnya, mereka mengkonfirmasi untuk ikut kembali pada lelang kali ini," kata Akhmad Namsum saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (5/2/2024).

Dari 30 pelamar tersebut, dua diantaranya berasal dari ASN Sulawesi Barat (Sulbar).

Selain itu, semua pejabat yang saat ini sebagai pelaksana tugas (Plt) di OPD Pemkot Makassar juga mengikuti seleksi ini.

Hanya saja, mereka perlu mengupdate kembali dokumen-dokumennya.

Sejauh ini sudah ada lima pelamar yang telah memperbarui dokumen pendaftarannya.

Diketahui ada tujuh jabatan lowong di Pemkot Makassar, antara lain jabatan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Kepala Dinas Sosial, dan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Kelurahan Berencana (Dalduk) KB.

Pendaftaran lelang dimulai 2-16 Februari 2024.

Terpisah, Wali Kota Makassar, Danny Pomanto berharap pejabat yang terpilih dari seleksi lelang jabatan ini nantinya betul-betul orang yang berdedikasi dan memiliki loyalitas tinggi untuk melaksanakan semua program yang telah direncanakan.

"Harapannya, kita dapat orang yang betul-betul berdedikasi karena di akhir-akhir masa jabatan saya ini, saya mau betul-betul meninggalkan legasi yang maksimal dan puncak dari pada seluruh program yang kita akan sampaikan ke masyarakat," jelas lelaki yang akrab disapa Danny.

Dia menepis anggapan dari berbagai pihak yang mengatakan jika lelang jabatan ini hanya sebatas formalitas saja.

"Oh tidak. Saya orangnya fair. Walaupun sudah ada pelaksana tugas yang mengisi pucuk pimpinan di OPD kosong, kalau ada yang bisa kalahkan, silahkan kalahkan," jelasnya.

Kata Danny, para pejabat yang dipilih sebagai Plt di OPD lowong saat ini dinilai punya kemampuan yang baik dalam manajerial.

"Namun saya tetap kasih tahu Pj belum tentu saya pilih. Karena, kalau tidak jelas penerapan programnya ya pasti saya pilih yang lebuh baik. Tidak ada jaminan. Saya sampaikan kalau banyak programnya memiliki yang tidak jalan, tetap jadi sekretaris," tutupnya (*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved