Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Progres 68 Persen RS Khusus Otak, Jantung, dan Kanker di Makassar Target Beroperasi Juni

Gunadi Sadikin bersama Pj Gubernur Sulawesi Selatan Bahtiar Baharuddin meninjau progres pembangunan RS di Kawasan CPI, Sabtu (20/1/2024).

Tayang:
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/FAQIH IMTIYAAZ
Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin (topi) bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat memantau RS Khusus Otak, Jantung, dan Kanker di Kawasan CPI Makassar, Sabtu (20/1/2024). Progres pembangunan rumah sakit ini capai 68 persen. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pembangunan RS Khusus Otak, Jantung, dan Kanker di Makassar hampir selesai.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bersama Pj Gubernur Sulawesi Selatan Bahtiar Baharuddin meninjau progres pembangunan RS di Kawasan CPI, Sabtu (20/1/2024).

Budi Gunadi Sadikin mengaku pembangunan RS Khusus ini berjalan sesuai target.

Bahkan dirinya memastikan RS Otak, Jantung dan Kanker ini bisa beroperasi Juni mendatang.

"Progresnya 60 sampai 70 persen, harapannya Juni pak Gubernur masih di sini kita resmikan sama-sama," kata Budi Gunadi.

Informasi dihimpun pembangunan sudah mencapai 68 persen.

Budi Gunadi menyebut RS ini bakal menjadi hub kesehatan di Indonesia Timur.

Jadi pasien dari Maluku hingga Papua bisa dirujuk ke Makassar.

"Itu akan jadi super Hub yang sakit parah di Maluku, Papua yang tidak bisa tertangani di sana dibawa ke Makassar," lanjutnya.

Diketahui, RS ini menelan biaya pembangunan Rp2 triliun.

Rinciannya, sebesar Rp1,4 triliun untuk pembangunan fisik.

Ada tiga tower utama dengan ketinggian 12 lantai.

Kemudian Rp600 miliar untuk alat kesehatan.

Baca juga: Pakai Sistem Smart Hospital, RS Khusus Otak & Jantung Pertamina Royal Biringkanaya Resmi Beroperasi

Rumah sakit ini terletak di Centre Point of Indonesia (CPI) Makassar di atas lahan seluas 6,2 hektare.

Adapun fasilitas yang disediakan mulai dari 266 tempat tidur untuk pelayanan jantung.

Lalu 274 tempat tidur pelayanan kanker, serta 268 tempat tidur pelayanan otak. 

Kemudian 20 unit layanan kemoterapi, 16 ruang operasi, 7 ruang kateterisasi jantung (cath lab).

Berikutnya 95 tempat tidur untuk CU, ICCU, PICU dan ICVCU.

Serta 59 tempat tidur intermediate Care, 3 LINAC, dan 33 tempat tidur rumah singgah.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, Faqih Imtiyaaz

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved