Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pemilu 2024

Jurnalis Harus Akurat dalam Memberitakan Pemilu

Jurnalis harus mengedepankan akurasi dalam menyajikan produk berita. Pada tahun politik seperti pada saat ini, jurnalis dituntut akurat

Editor: Edi Sumardi
TRIBUN TIMUR/EDI SUMARDI
Workshop Jurnalistik bertema "Etika dan Profesionalisme" yang digelar AJI Kota Makassar di Makassar, Sulsel, Jumat (19/1/2024). Jurnalis dituntut akurat dan menjaga kepercayaan publik pada tahun politik. 

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Jurnalis harus mengedepankan akurasi dalam menyajikan produk berita.

Pada tahun politik seperti pada saat ini, jurnalis dituntut akurat sebab banyak angka-angka terkait pemilu harus diberitakan.

"Misalnya angka perolehan suara, hasil survei. Jurnalis harus harus akurat dalam menulis angka itu," kata jurnalis senior sekaligus anggota Majelis Etik Aliansi Jurnalis Independen ( AJI ), Willy Pramudya saat menjadi narasumber Workshop Jurnalistik bertema "Etika dan Profesionalisme" yang digelar AJI Kota Makassar di Makassar, Sulsel, Jumat (19/1/2024).

Mantan jurnalis Warta Kota (Tribun Network) juga meminta jurnalis memahami berbagai istilah dalam pemilu agar tak salah memberitakan.

Dia meyebut contoh-contoh istilah harus dipahami.

"Harus tahu istilah-istilah ini: ambang batas parlemen, ambang batas pencalonan presiden, bilik suara, C3, C6, coattail effect," kata Willy menyebutkan.

Hal lain ditekankan Willy adalah jurnalis harus kritis terhadap data lembaga survei.

Jelang pelaksanaan pemilu, lembaga survei menjamur, namun tak semua bisa dipercaya sebab tak semuanya kredibel.

"Bagaimana memahami dunia lembaga survei, cara kerja, siaoa yang membiayai. Jurnalis mampu mengolahnya menjadi menarik, namun harus kritis," ujarnya.

Selain Willy, narasumber lainnya adalah anggota Badan Penguji AJI, Sunarti Sain.

Kepada para jurnalis peserta workshop, dia menekankan agar jurnalis menjaga trust publik dengan cara tidak membuat informasi bohong.

"Jurnalis boleh salah, tapi tak boleh bohong," ujarnya.

Ketua Umum AJI, Sasmito Madrim saat menyampaikan kata sambutan workshop mengatakan, tantangan terbesar jurnalis pada saat ini adalah bagaimana mengembalikan kepercayaan publik terhadap media.

Publik pada saat ini kurang percaya media karena faktor medianya maupun jurnalisnya.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved