Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pemprov Sulsel Anggarkan Rp 3,9 Miliar Sewa Kendaraan Dinas Tahun 2024

Biro Umum Pemprov Sulsel pun menggelontorkan anggaran Rp 3,9 miliar untuk sewa kendaraan dinas pada tahun 2024.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Sakinah Sudin
TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD ABDIWAN
Ilustrasi. Mobil dinas Wali Kota Makassar berplat nomor DD 1 A dan mobil dinas Gubernur Sulsel berplat DD 1 tampak terparkir di carport Hotel The Rinra, di Tanjung Bunga, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (8/11/2018). 

“Jadi kalau ada yang bermasalah kita langsung hubungi pihak ketiga itu,” ujarnya.

"Sewa kendaraan dinas itu menggunakan e-purchasing dengan tahun penggunaan januari 2024 hingga Desember 2024," jelasnya. 

Pemprov Sulsel Anggarkan Rp26 Miliar Subsidi Penerbangan Tahun 2024

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) menganggarkan subsidi penerbangan Rp26 miliar di 2024.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Erwin Sodding mengatakan angka subsidi naik Rp6 miliar dari tahun lalu.

"Naik karenakan rasio frekuensinya kita tambah, karena dulu Rp20 miliar itu kita mulai di Mei 2023," jelas Erwin Sodding di Makassar, Kamis (11/1/2024).

"Sekarang Rp26 miliar ini pasti. Tapi tidak di bulan Januari juga (mulai), tapi bisa jadi di Februari atau Maret itu bisa mulai," lanjutnya.

Erwin Sodding mengaku masih melakukan pembicaraan kontrak pihak ketiga.

Pasalnya beberapa rute penerbangan sudah berkembang jauh.

Sepeti di Bandara Arung Palakka Kabupaten Bone kini sudah bisa dilandasi pesawat ATR-72.

"Misalnya Bone, apakah bisa nanti memungkinkan ATR masuk (tergantung) pembicaraan dengan vendornya. Kalau vendor bisa siapkan ATR 72 berarti ada kontrak yang berubah," kata Erwin Sodding.

Sementara itu, rute penerbangan juga akan dievaluasi kembali.

Sebab sejumlah rute masih minim penumpang bahkan di bawah 50 persen.

Hal ini jadi pertimbangan Pemprov Sulsel untuk melakukan evaluasi frekuensi penerbangan.

"Sementara ini kan kita bicarakan kembali karena evaluasi kemarin itu ada beberapa rute yang tingkat keterisian penumpangnya tidak di atas 50 persen," jelas Erwin Sodding.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved