Proses Kreatif Penulis Makassar 2: Catatan Akademisi, Wartawan hingga Sastrawan
Ada Andi Makmur Makka, Andi Iqbal Burhanuddin, Anwar Arifin, Adi Suryadi Culla, Ahmad M Sewang, Abdul Rasyid Idris, Abd Rahman Hamid, Amil Hukma.
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Ansar
Rencananya, buku ini akan dibuat sampai 4 edisi.
Kemudian buku ini disebar untuk membangkitkan semangat menuli anak Makassar.
"Impian kita masih sangat banyak penulis kreatif di Makassar, sedikitnya bisa terkumpul 4 jilid. Kami akan lakukan literasi ke sekolah dan kampus untuk menumbuhkan semangat menulis," lanjutnya
Adi Suryadi Culla mengaku menulis sama dengan membaca.
Membaca memperbanyak referensi untuk menulis.
"Berat menulis sekarang, mungkin kalu berpikir belantara data mudah tapi menuangkan secara otentik (tulisan) itu persoalan kita sekarang," kata Adi Suryadi Culla.
Adi Suryadi menceritakan perjalanan awalnya menulis dalam buku ini.
Tulisan pertamanya lahir ketika masih duduk dibangku SMA.
"Saya dari kecil dua hobi ketika ditanya, melukis dan membaca," lanjutnya.
Perjalanan tulisannya pun dituangkan dalam 'Proses Kreatif Penulis Makassar'.
Penulis dan wartawan senor S Sinansari Ecip turut banyak berbagi kisah pengalamannya.
Salah satunya ketika datang ke Poso, lokasi konflik di masa lalu.
Dengan penuh semangat S Sinansari Ecip menceritakan situasi ketika datang ingin bertemu seorang pendeta.
"Makassar bisa bicara ke Indonesia," Tegas S Sinansari Ecip
Tulisan-tulisan karya penulis senior ini tertuang rapi dalam buku Proses Kreatif Penulis Makassar 2. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Peluncuran-buku-Proses-Kreatif-Penulis-Makassar-2di-Cafe-Baca-Jl-Adhyaksa.jpg)