Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Proses Kreatif Penulis Makassar 2: Catatan Akademisi, Wartawan hingga Sastrawan

Ada Andi Makmur Makka, Andi Iqbal Burhanuddin, Anwar Arifin, Adi Suryadi Culla, Ahmad M Sewang, Abdul Rasyid Idris, Abd Rahman Hamid, Amil Hukma.

Tayang:
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Ansar
Tribun-Timur.com
Peluncuran buku "Proses Kreatif Penulis Makassar 2"  di Cafe Baca, Jl Adhyaksa, Makassar, Rabu (27/12/2023). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Buku 'Proses Kreatif Penulis Makassar 2" diluncurkan di Cafe Baca, Jl Adhyaksa, Makassar, Rabu (27/12/2023).

Buku ini memuat karya para penulis Makassar.

Ada Andi Makmur Makka, Andi Iqbal Burhanuddin, Anwar Arifin, Adi Suryadi Culla, Ahmad M Sewang, Abdul Rasyid Idris, Abd Rahman Hamid, Amil Hukma.

Selanjutnya Armin Mustamin Toputiri, Anshar Akil, Anzar Abdullah, Agussalim, Badaruddin Amir, Fajlurrahman Jurdi, Firdaus Muhammad, Hasyim Aidid.

Lalu Hadi Daeng Mapuna, Ilham Khadir, Khidri Alwi, Kubais M Zeen, Muh Quraish Mathar, M Gufron H Kordi.

Berikutnya Muttaqien Azikin, S Siansari Ecip, Syahril Ramli Rani, Thamzil Thahir.

Editor Buku Firdaus Muhammad menceritakan ide karya ini lahir dari pertemuan penulis Makassar di Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Alauddin Makassar.

"Setahun lalu kita adakan temu penulis Makassar di FDK UIN Alauddin Makassar. Sejak itu muncul gagasan meminta tulisan para penulis," jelas Firdaus Muhammad.

Dari pertemuan tersebut, Firdaus Muhammad mulai mengumpulkan tulisan-tulisan.

Mulai dari wartawan, akademisi sampai sastrawan.

Karya tulisan ini dikumpulkan membuka proses kreatif para penulis dalam berkarya

"Langsung terkumpul 50 tulisan. Jadi kalau tulisan cepat sekali terkumpul. Dari bukan Februari terkumpul," lanjutnya.

Firdaus Muhammad pun memulai proses editing buku 'Proses Kreatif Penulis Makassar

Para penulis senior dirangkul, begitu juga penulis muda.

"Mari kita menikmati karya kita bersama," tegas Firdaus Muhammad.

Rencananya, buku ini akan dibuat sampai 4 edisi.

Kemudian buku ini disebar untuk membangkitkan semangat menuli anak Makassar.

"Impian kita masih sangat banyak penulis kreatif di Makassar, sedikitnya bisa terkumpul 4 jilid. Kami akan lakukan literasi ke sekolah dan kampus untuk menumbuhkan semangat menulis," lanjutnya

Adi Suryadi Culla mengaku menulis sama dengan membaca.

Membaca memperbanyak referensi untuk menulis.

"Berat menulis sekarang, mungkin kalu berpikir belantara data mudah tapi menuangkan secara otentik (tulisan) itu persoalan kita sekarang," kata Adi Suryadi Culla.

Adi Suryadi menceritakan perjalanan awalnya menulis dalam buku ini.

Tulisan pertamanya lahir ketika masih duduk dibangku SMA.

"Saya dari kecil dua hobi ketika ditanya, melukis dan membaca," lanjutnya.

Perjalanan tulisannya pun dituangkan dalam 'Proses Kreatif Penulis Makassar'.

Penulis dan wartawan senor S Sinansari Ecip turut banyak berbagi kisah pengalamannya.

Salah satunya ketika datang ke Poso, lokasi konflik di masa lalu.

Dengan penuh semangat S Sinansari Ecip menceritakan situasi ketika datang ingin bertemu seorang pendeta.

"Makassar bisa bicara ke Indonesia," Tegas S Sinansari Ecip

Tulisan-tulisan karya penulis senior ini tertuang rapi dalam buku Proses Kreatif Penulis Makassar 2. (*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved