Pinrang Panen Raya di Tengah Kemarau, Berhasil Produksi Padi 8 Ton Per Hektar
Hal itu diungkapkan Bahtiar saat mengikuti pesta panen di Desa Pananrang, Kecamatan Mattiro Bulu, Kabupaten Pinrang
Penulis: Nining Angraeni | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, PINRANG - Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, mampu menghasilkan produksi padi 7-8 ton per hektare di tengah kemarau panjang.
Pj Gubernur Sulawesi Selatan Bahtiar Baharuddin pun mengapresiasi pemerintah dan masyarakat tani karena mampu menutupi target 2 juta ton untuk Provinsi Sulawesi Selatan
Hal itu diungkapkan Bahtiar saat mengikuti pesta panen di Desa Pananrang, Kecamatan Mattiro Bulu, Kabupaten Pinrang, Kamis (2/11/2023).
"Kami berterima kasih dan mengapresiasi kepada pemerintah dan masyarakat tani Kabupaten Pinrang yang terus melakukan upaya sehingga mampu menghasilkan produksi padi 7-8 ton per hektar pada musim tanam kali ini," kata Bahtiar.
Dia menuturkan, produksi padi Kabupaten Pinrang mampu menutupi target 2 juta ton untuk Provinsi Sulawesi Selatan yang didaulat sebagai salah satu lumbung pangan nasional.
“Bulan ini, dari target 2 juta ton, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan baru mampu menghasilkan 1,7 juta ton. Pak Bupati Pinrang melaporkan hasil panen berada pada angka 7-8 ton per hektar maka saya yakin dapat memenuhi target nasional bahkan lebih,” ungkapnya.
Oleh karena itu, kata Bahtiar, masyarakat Kabupaten Pinrang harus banyak bersyukur.
"Pemerintah kabupaten Pinrang mampu mengelola jaringan irigasi dengan baik. Meskipun kemarau panjang, masyarakat masih bisa melakukan panen dengan hasil memuaskan," tuturnya.
Sementara itu, Bupati Pinrang Irwan Hamid mengungkapkan, dalam kondisi Kemarau Panjang akibat El-Nino, Pemerintah Kabupaten Pinrang terus melakukan berbagai upaya untuk memenuhi kebutuhan irigasi bagi 54 ribu hektar lahan pertanian.
"Manajemen irigasi ini salah satu upaya juga dilakukan dengan memanfaatkan semua sumber daya salah satunya dengan memanfaatkan sistem pompanisasi," ujarnya.
Berkat upaya ini, lanjutnya, masyarakat tani Kabupaten Pinrang mampu menghasilkan 7-8 ton per hektar meskipun dalam keadaan kemarau Panjang.
"Alhamdulillah, tiap kali kami pesta panen di desa/kelurahan, semua hasilnya memuaskan. Rata-rata produksi padi 7-8 ton per hektare," imbuhnya.
Pada kesempatan ini, Pj.Gubernur Bahtiar didampingi Pj.Sekda Provinsi Sulawesi Selatan A.Muh.Arsjad, beberapa Kepala OPD Lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Pj.Gubernur Bahtiar juga menyempatkan diri meninjau lahan perkebunan yang diperuntukkan untuk Budidaya pisang di Bottae, Kecamatan Mattiro Bulu.
Laporan jurnalis Tribunpinrang.com, Nining Angreani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/pess-ta-1.jpg)