Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Update Kasus Subang

Alasan Polisi 2 Tahun Baru Bisa Ungkap Kasus Pembunuhan di Subang: Sebelumnya Kurang Ketelitian Aja

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jabar bertekad mengupas tuntas kasus Subang yang menewaskan Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu.

|
Editor: Sakinah Sudin
Istimewa
Yosef Hidayah alias Yosep dan Muhamad Ramdanu atau Danu saat digiring Petugas ke Ruang Tahanan Polda usai ditetapkan menjadi tersangka kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, beberapa waktu lalu. 

Menurut Surawan, sulitnya kasus Subang terungkap hingga memakan waktu dua tahun karena kurangnya ketelitian.

Namun, dengan hasil penyidikan yang perlahan mulai terkumpul, pihaknya yakin kasus Subang akan segera terungkap sejelas-jelasnya.

"Insyaallah kali ini kita bisa ungkap sampai tuntas, karena penyidikan sebelumnya kurang ketelitian aja," kata Surawan, dilansir TribunJabar.id.

"Kurang merangkai hasil temuan baik barang bukti maupun hasil forensik dan  Puslabfor," lanjutnya.

Keterlibatan Perwira Polres Subang

Kolase: ilustrasi polisi, TKP pembunuhan ibu dan anak di Subang, dan potret Tuti Suhartini (55) dan anaknya Amalia Mustika Ratu (23) korban pembunuhan di Subang.
Kolase: ilustrasi polisi, TKP pembunuhan ibu dan anak di Subang, dan potret Tuti Suhartini (55) dan anaknya Amalia Mustika Ratu (23) korban pembunuhan di Subang. (Kolase TribunnewsBogor.com)

Kabid Jumas Polda Jabar Kombes Ibrahim Tompo membenarkan adanya dugaan keterlibatan perwira polisi itu.

Akan tetapi, ia tidak merinci apakah pangkatnya perwira atau bukan.

"Terkait dengan adanya nama seorang anggota polisi, ini memang kita masih belum bisa memastikan keterlibatannya," kata Ibrahim Tompo dikutip dari Youtube tvOneNews, Kamis (2/11/2023).

Tompo mengatakan berdasarkan keterangan yang diperoleh ada peristiwa pascakejadia di mana ada lima orang sehari setelah kejadian tersebut berada di TKP.

"Dari keberadaan mereka di TKP inilah yang akhirnya kita melakukan penelusuran, apa tujuan mereka ke sana dan apa saja yang dilakukannya," ungkap dia.

Menurut dia dari kedatangan lima orang di TKP itulah akhirnya mengarah kepada dugaan keterlibatan perwira polisi.

Ibrahim Tompo menjelaskan bahwa anggota perwira polisi tersebut saat itu bertugas sebagai Bhabinkamtibmas.

Namun ia tidak menjelaskan pangkat Bhabinkamtibmas itu.

Sehingga tidak diketahui apakah saat ini anggota polisi itu sudah berpangkat perwira atau seperti apa.

"Pada saat itu bertugas sebagai Bhabinkamtibmas, ini yang sedang kita telusuri," tandasnya.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved