Bisnis Kafe Menjamur di Makassar, Tanda Perekonomian Semakin Membaik?
Pemilik hanya sengaja mempunyai ciri khas dengan tujuan lebih dikenal, dan menarik perhatian.
Penulis: Rudi Salam | Editor: Ansar
Kesuksesan ini memotivasi mereka untuk mengembangkan bisnis dengan pembukaan outlet keduanya.
"Saya sangat bangga dengan pencapaian kita semua, dan outlet kedua ini adalah bukti nyata dari kerja keras dan dedikasi kita.
Saya ingin berterima kasih kepada semua orang yang telah menjadi bagian dari kesuksesan ini. Insya Allah, kedepannya kita akan terus melakukan pengembangan," kata Andi Ismail.
Tanggapan HIPMI dan Pengamat
Menjamurnya bisnis kafe di Makassar disambut baik Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sulawesi Selatan (Sulsel).
Ketua HIPMI Sulsel Andi Rahmat Manggabarani mengatakan, banyaknya kafe di Makassar menandakan perekonomian semakin membaik.
“Munculnya cafe menandakan pergerakan ekonomi di masyarakat semakin baik. Jumlah uang yang beredar semakin banyak,” kata Andi Rahmat, saat dihubungi Tribun-Timur.com.
Pengamat Ekonomi dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Makassar (STIEM) Bongaya Makassar, Dr A Ansir Launtu juga menilai bermunculnya kafe baru di Makassar tanda adanya pertumbuhan ekonomi.
“Menjamur kafe di Makassar khususnya menunjukan bahwa pertumbuhan sudah mulai tahapan normal setelah melemah akibat pandemi,” katanya.
Ansir menjelaskan, saat ini kafe banyak bermunculan seiring banyaknya permintaan bekerja ataupun meeting di kafe.
Media sosial dan teknologi, kata dia, juga berperan besar dalam mempopulerkan gaya hidup nongkrong dikalangan anak muda.
Menurut Ansir, saat ini usaha kafe dapat diakui sebagai usaha yang cukup digemari terutama bagi kaum milenial.
“Di Makassar sendiri banyak sekali permasalahan terutama di bidang ekonomi yaitu masalah pengangguran.
Jadi dengan adanya kafe yang menjamur akan memberikan potensi membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sehingga nanti kondisi ekonomi berangsur angsur kembali secara normal,” tambah Ansir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Suasana-pengunjung-salah-satu-kafe-di-Jalan-Boulevard.jpg)