Bisnis Kafe Menjamur di Makassar, Tanda Perekonomian Semakin Membaik?
Pemilik hanya sengaja mempunyai ciri khas dengan tujuan lebih dikenal, dan menarik perhatian.
Penulis: Rudi Salam | Editor: Ansar
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Bisnis kafe di Kota Makassar semakin ‘menjamur’.
Hampir di semua sudut jalan terdapat kafe dengan ciri khasnya masing-masing.
Pemilik hanya sengaja mempunyai ciri khas dengan tujuan lebih dikenal, dan menarik perhatian.
Salah satu cafe yang baru saja grand opening di Makassar adalah Backhaus di Nipah Park.
Cafe dalam pusat perbelanjaan (mal) ini memiliki ciri khas bakery atau roti premium.
Selain itu, Backhaus juga menawarkan berbagai jenis minuman kopi dan non kopi.
Owner Backhaus, Muhammad Shafwan mengatakan, nama Backhaus sengaja dipilih agar mudah diingat masyarakat.
Backhaus merupakan Bahasa Jerman yang berarti rumah roti.
Backhaus sendiri dipilih Shafwan sebagai bisnis karena Bakery Shop atau rumah roti di Makassar masih kurang.
Sekitar 70 produk yang ditawarkan Backhaus adalah produk roti dengan berbagai varian.
“Ini kita sudah rencanakan sejak Desember lalu, kira rancang bersama tim dan mulai kita hadirkan,” kata Shafwan, saat grand opening, Sabtu (28/10/2023).
Selanjutnya, Paskop.co juga meresmikan outlet keduanya di Business Park CPI C2/06, Makassar, Sabtu (28/10/2023).
Paskop.co terkenal dengan hidangan otentik seperti cold brew coffee dan lemonade coffee yang menggabungkan cita rasa kopi dengan inovasi yang segar.
Outlet baru ini menjadi tambahan menarik bagi para pecinta kopi yang mencari pengalaman yang tak terlupakan.
Pemilik Paskop.co Andi Ismail, mengatakan bahwa Paskop.co telah dikenal dengan kualitas kopi otentik menggoda lidah, dan outlet pertamanya di Jalan Andi Djemma yang buka 24 jam telah menjadi favorit warga Makassar.
Kesuksesan ini memotivasi mereka untuk mengembangkan bisnis dengan pembukaan outlet keduanya.
"Saya sangat bangga dengan pencapaian kita semua, dan outlet kedua ini adalah bukti nyata dari kerja keras dan dedikasi kita.
Saya ingin berterima kasih kepada semua orang yang telah menjadi bagian dari kesuksesan ini. Insya Allah, kedepannya kita akan terus melakukan pengembangan," kata Andi Ismail.
Tanggapan HIPMI dan Pengamat
Menjamurnya bisnis kafe di Makassar disambut baik Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sulawesi Selatan (Sulsel).
Ketua HIPMI Sulsel Andi Rahmat Manggabarani mengatakan, banyaknya kafe di Makassar menandakan perekonomian semakin membaik.
“Munculnya cafe menandakan pergerakan ekonomi di masyarakat semakin baik. Jumlah uang yang beredar semakin banyak,” kata Andi Rahmat, saat dihubungi Tribun-Timur.com.
Pengamat Ekonomi dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Makassar (STIEM) Bongaya Makassar, Dr A Ansir Launtu juga menilai bermunculnya kafe baru di Makassar tanda adanya pertumbuhan ekonomi.
“Menjamur kafe di Makassar khususnya menunjukan bahwa pertumbuhan sudah mulai tahapan normal setelah melemah akibat pandemi,” katanya.
Ansir menjelaskan, saat ini kafe banyak bermunculan seiring banyaknya permintaan bekerja ataupun meeting di kafe.
Media sosial dan teknologi, kata dia, juga berperan besar dalam mempopulerkan gaya hidup nongkrong dikalangan anak muda.
Menurut Ansir, saat ini usaha kafe dapat diakui sebagai usaha yang cukup digemari terutama bagi kaum milenial.
“Di Makassar sendiri banyak sekali permasalahan terutama di bidang ekonomi yaitu masalah pengangguran.
Jadi dengan adanya kafe yang menjamur akan memberikan potensi membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sehingga nanti kondisi ekonomi berangsur angsur kembali secara normal,” tambah Ansir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Suasana-pengunjung-salah-satu-kafe-di-Jalan-Boulevard.jpg)