Aduh! Bupati Bulukumba Pusing Gegara Anggaran Didominasi Perjalanan Dinas dari Penanganan Stunting
Ia mengaku miris dengan anggaran penanganan stunting yang menurutnya tidak ideal.
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Saldy Irawan
TRIBUNBULUKUMBA.COM, TANJUNG BIRA- Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf mengaku prihatin terhadap penanganan kasus stunting di Bulukumba.
Ia mengaku miris dengan anggaran penanganan stunting yang menurutnya tidak ideal.
Meski ia tak menyebut berapa banyak nilai anggarannya.
Sebab lebih banyak dihabiskan untuk rapat dan perjalanan dinas.
" Tahun 2024 saya mau lihat angka Stunting di Bulukumba menurun 50 persen dari data yang ada saat ini sebanyak 1.768 anak," kata A Muchtar saat berada di Hakuna Matata Hotel and Resort Tanjung Bira, Kamis (26/10/2023).
Ia dorong program kolaborasi yang dibangun dengan seluruh OPD yang terkait.
" Dinas Perikanan dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan harus terlibat aktif dalam mendukung program PKK," tambahnya lagi.
Andi Utta mengaku jika Kabupaten Bulukumba sangat potensial, juga menempati posisi sebagai daerah terendah inflasi namun tidak berbanding lurus dengan jumlah penderita stunting.
"Kita memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perikanan ini yang akan kita maksimalkan," katanya.
Ia tidak mau setengah-setengah dan merasa rugi menjadi bupati jika saya tidak bisa memaksimalkan potensi Bulukumba.
Penurunan Stunting kata Bupati, menjadi kebijakan yang harus diakselerasi oleh karena hal tersebut menjadi penekanan presiden sehingga menteri dan gubernur, semua dimonitor dan dievaluasi sampai di tingkat bawah.
Sementara itu Ketua TP-PKK Bulukumba Andi Herfida Muchtar menyampaikan pentingnya peran aktif PKK dalam mendukung program pemerintah daerah.
Pihaknya telah bekerja maksimal bersama jajaran PKK kecamatan dan desa, meski anggaran sangat minim.
Dukungan anggaran melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa masih sangat terbatas , padahal PKK dituntut untuk optimal dalam menjalankan programnya.
Melalui lomba-lomba yang dilakukan PKK, maka upaya pemberdayaan terhadap para anggota dan kader dapat dinilai dan ini menjadi salah satu strategi untuk melibatkan PKK dalam strategi penurunan stunting.
Tahun ini, Kabupaten Bulukumba salah satu dari 12 Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Selatan yang memiliki progres yang cukup baik dalam penurunan privalensi Stunting.
Namun penurunannya hanya dua angka dari 30,8 persen menjadi 28,4 persen. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/bulu-kumb-1.jpg)