Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kilas Tokyo

'Mendekati' Kanker

Menurut laporan Nikkei Asia Juli lalu, Jepang menduduki peringkat teratas paten global untuk inovasi pengobatan kanker.

Editor: Hasriyani Latif
DOK TRIBUN TIMUR
Kolumnis tetap Kilas Tokyo Tribun Timur, Muh Zulkifli Mochtar. 

Oleh:
Muh Zulkifli Mochtar

TRIBUN-TIMUR,.COM - Tidak sengaja mata saya tertumbuk ke lembaran poster putih tertempel di dinding stasiun kereta dekat rumah.

Poster tentang Pink Ribbon – kewaspadaan terhadap penyakit Breast Cancer - satu dari sembilan wanita Jepang ternyata penderita jenis kanker ini.

Juga untuk wanita penderita kanker berusia 30 – 64 tahun, kematian akibat jenis ini adalah tertinggi. Jadi disarankan periksa, minimal dua tahun sekali.

Setiap mendengar kata kanker, pikiran saya selalu melayang ke tahun lalu ketika seorang kolega sekaligus advisor saya - kita sebut sebagai Koji san, harus meninggalkan dunia ini akibat kanker paru paru.

Padahal terlihat sangat sehat. Terakhir sama sama ke luar kota April tahun lalu. Koji san seorang Engineer yang menyenangi music, sepanjang jalan terus semangat bernyanyi.

Di perjalanan, memang kadang terdengar suara batuknya. Tapi kami pikir mungkin gejala Covid 19 yang saat itu gelombang kasus memang lagi memuncak.

Ternyata, itulah pertemuan terakhir kami. Diagnosa mengidap kanker yang sudah kritis. Segalanya berjalan cepat, kesehatan turun drastis dan harus hospitalized.

Saya beberapa kali kontak ingin ketemu di rumah sakit, tapi dia terus menolak - nanti saja setelah keluar dari rumah sakit kita bersama sama ke Indonesia, begitu katanya.

Hingga sampailah berita duka cita di sebuah malam awal Agustus tentang kepulangannya.

Kanker adalah penyebab kematian utama di Jepang. Setelah Perang Dunia II, jumlah kematian akibat kanker terus meningkat dan menjadi penyebab kematian utama, melebihi stroke sejak tahun 1981.

Menurut laporan Ministry of Health, Labor and Welfare tahun 2020, ada 378,356 kematian akibat penyakit ini - atau 27.6 persen dari seluruh kematian.

Berarti ada satu dari empat kematian karena penyakit ini. Untuk pria, terbanyak adalah lung cancer disusul stomach cancer dan colorectal cancer. Untuk wanita, tertinggi adalah colorectal cancer disusul lung cancer.

Menyikapi bahaya ini, teknologi pengobatan kanker pun terpacu. Menurut laporan Nikkei Asia Juli lalu, Jepang menduduki peringkat teratas paten global untuk inovasi pengobatan kanker.

Ini berdasar Survei Patent Result - perusahaan berbasis di Tokyo, Jepang memimpin dunia dalam hal paten baru di bidang ini, melampaui Amerika Serikat dan Tiongkok yang menempati peringkat kedua dan ketiga.

Ini berkat kontribusi inovasi paten di Heavy particle therapy dan Boron Neutron Capture Therapy (BNCT) semenjak tahun 2010.

Menurut laporan itu, perusahaan perusahaan besar semacam Hitachi dan Toshiba memegang andil penting berbagai inovasi paten ini. Juga berkat usaha kuat Pemerintah Jepang guna pengembangan teknologi pengobatan.

Pemerintah memang makin terus berusaha pro aktif. Sebuah amplop warna putih hijau dari pemerintah kota Hachioji – Tokyo tiba di kotak pos rumah saya.

Ternyata berisi kupon, kartu check dan berbagai lembaran informasi. Semua sudah tertera lengkap nama dan data saya. Berupa rekomendasi dan ajakan segera memeriksa dini resiko kanker.

Dianjurkan ke warga telah berumur 50 tahun. Ya, saat itu memang saya baru saja memasuki umur itu.

Negara ini punya sistem kesehatan yang maju dan merata. Jaminan kesehatan pemerintah dikenal sebagai Kenko Hoken. Jika tidak punya hoken, Anda harus menanggung full biaya pengobatan yang nilainya kadang tidak main main.

Peserta hoken harus bayar iuran bulanan. Dengan itu, warga menerima berbagai tunjangan anak dan saat persalinan. Juga berhak menikmati pelayanan kesehatan di seluruh Jepang merata dan tanpa perbedaan.

Penyakit susah ditolak, tapi langkah langkah penting bisa dilakukan secepat mungkin guna mengurangi resiko kematian.

Pemerintah Jepang kini berusaha menjemput bola ‘mendekati’ kanker, mendeteksi secara dini agar bisa melakukan berbagai langkah pengobatan.

Masukan bagus buat negara kita – yang juga punya tingkat kematian tinggi akibat penyakit ini.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved