Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Terus Membela Palestina

BERSYUKURLAH kepada Allah, karena hari ini kita dapat melangkahkan kaki ke sekitar kita dengan penuh ketenangan dan keamanan.

Editor: Sudirman
Ist
Azwar Iskandar, Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar 

Tujuannya adalah agar kita senantiasa merasa sebagai saudara dan peduli terhadap saudara seiman di manapun mereka berada.

“Perumpamaan kaum muk­min dalam sikap saling mencintai, mengasihi dan menyayangi, seumpama tubuh, jika satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh yang lain akan susah tidur atau merasakan demam,” (H.R. Muslim) begitu kata Nabi Muhammad dalam sabdanya.

Mungkin banyak air mata yang mulai mengering, telinga menjadi panas, dan hati serasa jenuh mendengar pemberitaan Palestina dan korbannya yang terus bertambah.

Akan tetapi, kita memang harus terus bicara tentang Palestina. Kita harus terus menyuarakan kegelisahan kita tentangnya.

Kita harus terus menyampaikan pem­belaan dan kepedulian kita kepada mereka.

Kita harus terus mewariskan semangat untuk membela al-Aq a dan Palestina meski hanya dengan lirih.

Setidaknya, karena tragedi Palestina adalah tragedi kemanusiaan.

Ketika fisik tak mungkin hadir di tengah derita saudara-saudara kita di Palestina, ketika tangan tak mungkin mengangkat senjata menyertai perjua­ngan para pejuang di Bumi al-Quds.

Ketika kedua ka­ki tak mungkin berlari di antara deru mesiu dan ke­pulan asap untuk menolong korban yang tergeletak dan tertimbun di sana, bukan berarti kita tidak memiliki cara untuk memberikan dukungan kepada mereka di Palestina.

Dari sebagian harta dan rezki yang dianugerahkan Allah kepada kita, patut bagi kita untuk menginfakkannya kepada saudara-saudara kita di sana.

Apalagi saat ini mereka didera krisis makanan, minuman, hingga obat-obatan akibat blokade dan serangan biadab zionis Israel.

Kita tidak boleh berhenti meneriakkan jeritan hati kita melalui takbir dan doa-doa yang terlantunkan.

Ti­dak boleh kita merasa bahwa doa-doa itu sia-sia.

Tidak boleh pula kita mengira bahwa zionis Israel akan dibiarkan dengan kesom­bongannya begitu saja.

Tidak, sekali-kali tidak. Allah sudah berjanji dalam firman-Nya, ”Dan janganlah sekali-kali kamu (Mu hammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved