Opini
Terus Membela Palestina
BERSYUKURLAH kepada Allah, karena hari ini kita dapat melangkahkan kaki ke sekitar kita dengan penuh ketenangan dan keamanan.
Tujuannya adalah agar kita senantiasa merasa sebagai saudara dan peduli terhadap saudara seiman di manapun mereka berada.
“Perumpamaan kaum mukmin dalam sikap saling mencintai, mengasihi dan menyayangi, seumpama tubuh, jika satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh yang lain akan susah tidur atau merasakan demam,” (H.R. Muslim) begitu kata Nabi Muhammad dalam sabdanya.
Mungkin banyak air mata yang mulai mengering, telinga menjadi panas, dan hati serasa jenuh mendengar pemberitaan Palestina dan korbannya yang terus bertambah.
Akan tetapi, kita memang harus terus bicara tentang Palestina. Kita harus terus menyuarakan kegelisahan kita tentangnya.
Kita harus terus menyampaikan pembelaan dan kepedulian kita kepada mereka.
Kita harus terus mewariskan semangat untuk membela al-Aq a dan Palestina meski hanya dengan lirih.
Setidaknya, karena tragedi Palestina adalah tragedi kemanusiaan.
Ketika fisik tak mungkin hadir di tengah derita saudara-saudara kita di Palestina, ketika tangan tak mungkin mengangkat senjata menyertai perjuangan para pejuang di Bumi al-Quds.
Ketika kedua kaki tak mungkin berlari di antara deru mesiu dan kepulan asap untuk menolong korban yang tergeletak dan tertimbun di sana, bukan berarti kita tidak memiliki cara untuk memberikan dukungan kepada mereka di Palestina.
Dari sebagian harta dan rezki yang dianugerahkan Allah kepada kita, patut bagi kita untuk menginfakkannya kepada saudara-saudara kita di sana.
Apalagi saat ini mereka didera krisis makanan, minuman, hingga obat-obatan akibat blokade dan serangan biadab zionis Israel.
Kita tidak boleh berhenti meneriakkan jeritan hati kita melalui takbir dan doa-doa yang terlantunkan.
Tidak boleh kita merasa bahwa doa-doa itu sia-sia.
Tidak boleh pula kita mengira bahwa zionis Israel akan dibiarkan dengan kesombongannya begitu saja.
Tidak, sekali-kali tidak. Allah sudah berjanji dalam firman-Nya, ”Dan janganlah sekali-kali kamu (Mu hammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Azwar-Iskandar-Dosen-STIBA-Makassar.jpg)