Petani Tewas Diparangi
Kronologi Pembunuhan Petani di Soppeng, Saksi Dengar Teriakan di Sawah
Menurut saksi mata inisial YS, saat dirinya tengah bermain layang-layang di area persawahan mendengar teriakan.
Penulis: M. Jabal Qubais | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUNSOPPENG.COM, MARIORIWAWO - Kronologi petani di Soppeng diparangi rekannya sendiri di area persawahan Maddenra, Dusun Massumpu, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Minggu 24 September 2023.
Menurut saksi mata inisial YS, saat dirinya tengah bermain layang-layang di area persawahan mendengar teriakan.
"Iya, ada orang berteriak jadi saya lihat ternyata ada perkelahian di pematang sawah," ujarnya.
Perkelahian tersebut menggunakan senjata tajam.
"Perkelahian itu pakai parang, dan pelaku memarangi korban berulang kali," lanjutnya.
Kemudian, dirinya langsung meminta pertolongan untuk melerai perkelahian tersebut.
"Saya tanya kakakku untuk sampaikan kejadian ini kepada keluarga korban, pas saya kembali ke tempat kejadian korban sudah duduk di sawah dengan penuh luka di sekujur tubuhnya," jelasnya.
Sebelumnya, Warga Desa Watu Toa, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng, Budiman (55) diparangi rekannya hingga meninggal dunia, Senin (25/9/23).
Diketahui, pelaku Supa (53) merupakan tetangga sawah dari korban yang juga warga Desa Watu Toa.
Keduanya berprofesi sebagai petani.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Soppeng, Iptu Ridwan mengatakan kedua belah pihak berselisih paham.
"Iya, betul karena sebelumnya memang sudah tidak baku cocok dan saat itu kondisinya korban dan pelaku sementara mengisi air ke sawahnya masing-masing," ujarnya kepada Tribun-Timur.com, Senin (25/9/2023).
Baca juga: 5 Hari Dirawat Tanpa Ketemu Dokter, Keluarga Pasien Minta Manajemen RS La Palaloi Evaluasi Layanan
Baca juga: Sebelum Parangi Menantu, Pria 42 Tahun di Makassar Pesta Miras Bareng Teman, Simak Pengakuan Pelaku
Lebih lanjut, kata dia saat ini pelaku sudah diamankan di Mapolres Soppeng.
"Sudah kami amankan untuk dimintai keterangan, setelah itu kami akan proses sesuai hukum yang berlaku," lanjutnya.
Demikian, korban sudah berada di rumah duka untuk disemayamkan.
Pihaknya juga masih melakukan pengamanan dari kedua pihak untuk mencegah hal yang tidak diinginkan terjadi.
"Betul, situasinya masih tidak kondusif, jadi kami tetap berjaga-jaga untuk menghindari aksi balas dendam dari keluarga korban," tandasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Ilustrasi-garis-polisi-2364463.jpg)