Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Polusi Udara dan Dampaknya Bagi Kesehatan

HBKB diperingati setiap tanggal 22 September di seluruh dunia yang merupakan salah satu upaya untuk mengurangi jumlah polusi udara.

Editor: Sudirman
dok pribadi/dr airah amir
Dokter IGD RSUD Kota Makassar dr Airah Amir. 

Adapun solusi yang bisa diterapkan dari perspektif individu adalah kesadaran akan dampak polusi udara.

Menggunakan masker sebagai langkah pencegahan telah menjadi imbauan.

Individu harus memahami risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh udara yang tercemar dan mengambil langkah preventif untuk melindungi diri sendiri secara personal.

Dari perspektif masyarakat, kolaborasi adalah kunci.

Masyarakat perkotaan perlu bekerja sama dalam edukasi tentang pentingnya menjaga kualitas udara.

Ini dapat melibatkan program sosialisasi, kampanye penghijauan kota, dan promosi transportasi publik yang ramah lingkungan.

Selanjutnya pemerintah sebagai penentu kebijakan harus memainkan peran penting dalam mengatasi polusi udara.

Regulasi ketat terhadap industri yang berkontribusi pada polusi, investasi dalam transportasi berkelanjutan, dan pemantauan kualitas udara harus menjadi prioritas.

Penyakit yang berkaitan dengan polusi udara pun harus menjadi fokus perhatian untuk dicegah.

Mengharapkan agar polusi udara tidak berdampak bagi kesehatan memerlukan kesadaran individu, partisipasi masyarakat, dan tindakan tegas dari pemerintah.

Dalam Islam, Rasulullah SAW mengajarkan untuk melindungi alam dengan keterlibatan semua pihak.

Sehingga untuk dapat mengatasi masalah polusi udara diperlukan penyelesaian secara sistematis dan integratif yaitu salah satunya dengan meminimalisir polusi dari sumbernya.(*)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved