Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Polusi Udara dan Dampaknya Bagi Kesehatan

HBKB diperingati setiap tanggal 22 September di seluruh dunia yang merupakan salah satu upaya untuk mengurangi jumlah polusi udara.

Editor: Sudirman
dok pribadi/dr airah amir
Dokter IGD RSUD Kota Makassar dr Airah Amir. 

Keberadaan industri memerlukan tenaga kerja dengan jumlah yang tidak sedikit.

Mobilitas tenaga kerja ke perkotaan tak pelak membutuhkan kendaraan bermotor untuk menunjang mobilitas dan menjadi salah satu solusi disaat moda transportasi publik belum memadai.

Belum lagi membuka industri baru di perkotaan beserta fasilitas pendukungnya seperti jalan  memerlukan lahan yang tak jarang justru membuat rupa bumi ibarat black body yang menyerap dan meradiasikan kembali panas matahari.

Sehingga udara panas dan polusi udara telah lumrah menjadi kawan kita saat beraktivitas.

Ditambah  pemukiman baru bagi para pekerja yang menambah alih fungsi lahan hijau.

Dan emisi yang dihasilkan oleh industri menyebabkan semakin pekatnya polusi di perkotaan.

Kondisi ini diperparah dengan sulitnya menemui kawasan hijau yang berperan sebagai penyejuk udara sekaligus paru-paru kota.

Kompleksitas masalah ini mendukung tingginya polusi udara di perkotaan.

Partikel halus dari polutan dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan terjadinya stres oksidatif akibat dari ketidakmampuan tubuh dalam menetralisir paparan radikal bebas yang dapat mengakibatkan sejumlah penyakit respirasi dengan prevalensi tinggi.

Sebut saja, ada sepuluh penyakit dengan kasus terbanyak per 100.000 penduduk di Indonesia dan empat diantaranya merupakan penyakit respirasi.

Antara lain Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) 145 kejadian dengan 78,3 ribu kematian, kanker paru 18 kejadian dengan 28,6 ribu kematian, pneumonia 5900 kejadian dengan 52,5 ribu kematian dan asma 504 kejadian dengan 27,6 ribu kematian. (kemkes.go.id)

Terdapat empat faktor risiko penyakit paru meliputi polusi udara, riwayat merokok, infeksi berulang dan genetik, dimana polusi udara menyumbang 15-30 persen penyebab penyakit paru.

Lebih lanjut, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin menjelaskan pemerintah terus mendorong upaya promotif preventif untuk mencegah masyarakat mengalami dampak dari polusi udara.

Polusi udara menjadi ancaman serius bagi kesehatan manusia dan lingkungan.

Fenomena ini telah menghantui kota-kota besar di Indonesia, termasuk Makassar.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved