Realisasi Anggaran di bawah 20 Persen, Begini Respon Dinas BMBK Sulsel
Kepala Dinas BMBK Astina Abbas beralasan rekanan proyek masih banyak belum mencairkan anggaran membuat anggaran di Dinas BMBK menumpuk
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Ari Maryadi
Diantaranya, Jembatan Sunga Walemping di ruas Takkalasi-Bainange-Lawo.
Rekonstruksi Ruas Tanabatue - Sanrego - Palattae di Kab Bone.
Rekonstruksi Ussu- Nuha - Beteleme batas Sulteng di Luwu Timur.
Serta masih banyak lagi ruas jalan di Sulsel.
Sementara itu, Pj Gubernur Sulsel Bahtiar sudah memastikan ada evaluasi untuk OPD.
"Iya nanti kita evaluasi dan bicarakan, apa yang membuat dia tidak bergerak, kita harus cek dulu," katanya di hari pertama masuk kantor, Rabu (6/9/23) siang.
Apalagi, pengelolaan anggaran menjadi prioritas utama dalam masa jabatannya sebagai Pj Gubernur Sulsel kali ini.
"Karena anggaran pemda harus kita pastikan bergerak apalagi sudah masuk triwulan ketiga, anggaran itu stimulan untuk menggerakkan ekonomi masyarakat," sambungnya.
Menurutnya, Sulsel tidak memiliki banyak perusahaan swasta yang besar, tidak sama seperti daerah lainnya yang memiliki banyak perusahaan swasta.
Seperti Batam yang dimana banyak perusahaan swasta didalamnya yang mampu menggerakkan ekonomi daerah.
"Ketika daerah swasta tidak terlalu besar, maka andalan kita untuk menggerakkan ekonomi adalah APBD. Nah kalau APBD tidak bergerak, bagaimana bisa menggerakkan ekonomi," tutup Pj Gubernur Sulsel ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Bina-Marga-dan-Bina-Konstruksi-Astina-Abbas-12.jpg)