Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Realisasi Anggaran di bawah 20 Persen, Begini Respon Dinas BMBK Sulsel

Kepala Dinas BMBK Astina Abbas beralasan rekanan proyek masih banyak belum mencairkan anggaran membuat anggaran di Dinas BMBK menumpuk

Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Ari Maryadi
Tribun-Timur.com
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Astina Abbas 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Realisasi anggaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sulsel terus menjadi sorotan.

Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin sudah melempar sinyal warning bagi OPD dengan realisasi rendah.

Salah satunya, Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK).

Dinas BMBK menjadi OPD dengan realisasi anggaran terendah.

Dalam APBD, Dinas BMBK mendapat alokasi anggaran Rp 725.608.832,441.

Namun, realisasi anggaran hingga Minggu (10/9/2023) baru mencapai 16,21 persen.

Jumlahnya sekitar Rp.117.594.308.054

Itu artinya masih ada sisa dana Rp.608.014.524.387.

Kepala Dinas BMBK Astina Abbas mengaku rekanan proyek masih banyak yang belum mencairkan anggaran.

Hal ini membuat anggaran di Dinas BMBK menumpuk dan belum tersalurkan.

"Memang, karena kita selalu dorong rekanan ini mencairkan tapi mereka fokus di pelaksanaan fisik," kata Astina kepada Tribun-Timur.com beberapa waktu lalu.

Dirinya bahkan mendorong rekanan proyek agar mencairkan uang muka

"Kita dorong selalu, uang muka pun kami dorong. Ambil lah uang muka," kata Astina Abbas

"Ini kita dorong terus untuk mengajukan," sambungnya.

Saat ini, Dinas BMBK masih sibuk dengan percepatan pengerjaan sejumlah proyek.

Diantaranya, Jembatan Sunga Walemping di ruas Takkalasi-Bainange-Lawo.

Rekonstruksi Ruas Tanabatue - Sanrego - Palattae di Kab Bone.

Rekonstruksi Ussu- Nuha - Beteleme batas Sulteng di Luwu Timur.

Serta masih banyak lagi ruas jalan di Sulsel.

Sementara itu, Pj Gubernur Sulsel Bahtiar sudah memastikan ada evaluasi untuk OPD.

"Iya nanti kita evaluasi dan bicarakan, apa yang membuat dia tidak bergerak, kita harus cek dulu," katanya di hari pertama masuk kantor, Rabu (6/9/23) siang.

Apalagi, pengelolaan anggaran menjadi prioritas utama dalam masa jabatannya sebagai Pj Gubernur Sulsel kali ini.

"Karena anggaran pemda harus kita pastikan bergerak apalagi sudah masuk triwulan ketiga, anggaran itu stimulan untuk menggerakkan ekonomi masyarakat," sambungnya.

Menurutnya, Sulsel tidak memiliki banyak perusahaan swasta yang besar, tidak sama seperti daerah lainnya yang memiliki banyak perusahaan swasta.

Seperti Batam yang dimana banyak perusahaan swasta didalamnya yang mampu menggerakkan ekonomi daerah.

"Ketika daerah swasta tidak terlalu besar, maka andalan kita untuk menggerakkan ekonomi adalah APBD. Nah kalau APBD tidak bergerak, bagaimana bisa menggerakkan ekonomi," tutup Pj Gubernur Sulsel ini.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved