Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Cak Imin Terseret Kasus Korupsi

PROFIL Cak Imin Jebolan PMII Dipinang Jadi Bacawapres Anies Baswedan, Kini Dibidik KPK

Selain dipinang Nasdem sebagai bakal Cawapres dari Capres Anies Baswedan.Cak Imin juga dibidik dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tenaga kerja. 

Editor: Saldy Irawan
DOK PRIBADI
Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin  

TRIBUN-TIMUR.COM - Muhaimin Iskandar, yang dikenal dengan sebutan Cak Imin menjadi perhatian publik.

Selain dipinang Nasdem sebagai bakal Cawapres dari Capres Anies Baswedan

Cak Imin juga dibidik dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tenaga kerja. 

Cak Imin bukan orang baru di politik, ia membuktikan dirinya sebagai seorang pejuang politik ulung.

Perjalanan kariernya dalam dunia politik dipenuhi dengan berbagai tantangan yang telah mengukuhkan namanya.

Sebagai salah satu perwakilan dari generasi penerus politik yang muncul pasca reformasi politik tahun 1998, pencapaiannya dalam politik terus berkembang secara konsisten.

Cak Imin bahkan menjadi satu-satunya politisi reformasi yang berhasil mempertahankan posisi tertinggi di dalam partainya.

Awal perjalanan politiknya dimulai saat Cak Imin aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Yogyakarta, di mana ia menjabat sebagai Ketua dari tahun 1990 hingga 1997.

Keterlibatannya dalam PMII menjadi batu loncatan yang mengantarkannya ke panggung politik nasional dengan cepat.

dia juga aktif di Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

Cak Imin lahir di Jombang, Jawa Timur, pada tanggal 24 September 1966. Ayahnya, Muhammad Iskandar, adalah seorang guru di Pondok Pesantren Mambaul Ma'arif, Jombang.

Pendidikan dasarnya ditempuh di MTs Negeri Jombang dan MAN I Yogyakarta.

Setelah lulus dari Aliyah pada tahun 1985, dia melanjutkan pendidikan sarjana di FISIP UGM dan menyelesaikannya pada usia 26 tahun.

Selanjutnya, dia melanjutkan pendidikan masternya sepuluh tahun kemudian di Universitas Indonesia (UI) dalam bidang komunikasi, dan berhasil menyelesaikannya pada tahun 2001.

Sebelum terjun ke dunia politik, Cak Imin pernah menjadi seorang aktivis. Namun, dia kemudian bergabung dengan partai politik dan menjalani perjalanan politik yang cemerlang. Karier politiknya dimulai pada saat reformasi tahun 1998, ketika dia menjadi salah satu pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bersama tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama (NU), termasuk Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved