Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Usai Japparate Giliran Pakinta Dilirik Asing, Kepala Bapenda Bakal Presentasi di Tokyo

Firman akan memaparkan inovasi Pakinta di depan peserta sebagai salah satu upaya Pemkot untuk memaksimalkan PAD.

Tayang:
Penulis: Siti Aminah | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/SITI AMINAH
Kepala Bapenda Makassar Firman Hamid Pagarra ditemui di ruang kerjanya, Rabu (30/8/2023). Bapenda akan memaparkan inovasi Pakinta dalam workshop perpajakan di Takaoka City and Tokyo, Jepang. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Lagi-lagi, program inovasi Pemerintah Kota Makassar dilirik asing.

Usai proyek japparate atau jembatan layang, giliran inovasi Pakinta (pajak terintegrasi dan terdigitalisasi) milik Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar dilirik negara asing.

Kepala Bapenda Makassar Firman Hamid Pagarra mendapat undangan dari The Asian Development Bank (ADB) dalam rangka workshop perpajakan yang dilangsungkan di Takaoka City and Tokyo, Jepang.

Workshop tersebut bertema 'Regional Workshop on Strengthening Property Tax Management to Enhance Local Revenue, mulai 4-8 September 2023.

Selain menjadi peserta, Firman Pagarra juga diberi panggung untuk melakukan presentasi di depan peserta workshop tersebut.

"Bapenda jadi salah satu bagian penting dari workshop, kami jadi peserta sekaligus narasumber workshop perpajakan di Tokyo," ucap Firman ditemui di Kantornya, Jl Urip Sumoharjo, Rabu (30/8/2023).

Baca juga: Lewat Aplikasi Pakinta, Bayar Pajak di Makassar Jauh Lebih Mudah

Ada 23 peserta dari 10 negara yang berpartisipasi dalam workshop ini.

Antara lain Armenia, Cambodia, Indonesia, Kyrgiz Republic, Laos, Nepal, Filiphina, Cina, Srilanka, Thailand. 

Di Indonesia sendiri, hanya tiga perwakilan yang mendapat undangan dua diantaranya dari direktur pendapatan.

"Ada 23 peserta dari 10 negara, dimana kami akan mengambil bagian jadi narasumber di hari kedua bersama analis perpajakan lainnya," tuturnya.

Kata Firman, tujuan workshop ini untuk menguatkan kapasitas pajak di sektor properti, baik pajak bumi dan bangunan (PBB) maupun pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

Apalagi pajak properti di Makassar mendominasi nilai PAD sebesar 30 persen.

"Tujuan kami diundang kesini untuk mengetahui bagaimana Makassar jadi salah satu kota di Indonesia sebagai  resilience city dalam hal perpajakan (PBB dan BPHTB)," ujarnya.

Adapun tema materi yang akan dibawakan oleh Bapenda Makassar dalam workshop tersebut sekaitan dengan pemanfaatan teknologi informasi untuk penguatan pajak properti.

Nantinya, Firman akan memaparkan inovasi Pakinta di depan peserta sebagai salah satu upaya Pemkot untuk memaksimalkan pendapatan asli daerah (PAD).

Sejauh ini, Pakinta telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pembayaran PBB.

Baca juga: Proyek Japparate Dilirik Investor Asing, Danny Pomanto Diundang Promosi ke Korea

Di mana pada Juni 2022 jumlah pengguna aplikasi Pakinta tercatat 600 pengguna, sekarang sudah mencapai 5.500 pengguna. 

Adapun jumlah transaksi PBB pada tahun 2021 sebelum adanya Pakinta hanya diangka Rp180 miliar, mengalami peningkatan di tahun 2022 dengan nilai Rp213 miliar setelah lahirnya aplikasi Pakinta.

"Pakinta mampu meningkatkan jumlah target pendapatan PBB, Itu terbukti dengan peningkatan user dan transaksi," tuturnya.

Selian itu, Bapenda juga akan paparkan pemetaan dan pemutakhiran data digital PBB yang dilakukan di Kecamatan Tamalate dan Manggala di workshop tersebut.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved