Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Muhaimin Cawapres Anies

Pernyataan Lengkap Sekjen Demokrat soal Muhaimin Cawapres Anies Baswedan: Dipaksa, Pengkhianatan

Partai Demokrat "marah besar" gegara Partai Nasdem secara sepihak mengusung pasangan bakal Capres dan Cawapres, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar

Editor: Edi Sumardi
HANDOVER
e-Flyer pasangan bakal Capres dan Cawapres usungan Koalisi Perubahan untuk Persatuan, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Partai Demokrat "marah besar" gara-gara Partai Nasdem secara sepihak mengusung pasangan bakal Capres dan Cawapres, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar.

Keputusan itu dianggap sebagai merupakan bentuk pengkhianatan terhadap spirit perubahan dalam Koalisi Perubahan untuk Persatuan.

“Juga pengkhianatan terhadap apa yang telah disampaikan sendiri oleh capres Anies Baswedan yang telah diberikan mandat untuk memimpin Koalisi Perubahan,” tulis Sekretaris Jenderal Partai Demokrat/Anggota Tim 8 dalam siaran persnya.

Koalisi ini terdiri dari 3 partai, yakni Partai Nasdem, Partai Demokrat, dan PKS.

Selengkapnya, berikut siaran pers Partai Demokrat

Baca juga: Anies Baswedan Tunjuk AHY Cawapres tapi Nasdem Pilih Muhaimin Iskandar, Demokrat: Pengkhianatan!

"Pernyataan Pers Sekjen Partai Demokrat

Jakarta, 31 Agustus 2023

Dalam kapasitas saya, baik sebagai Sekretaris Jenderal Partai Demokrat maupun sebagai anggota Tim 8 Koalisi Perubahan, saya ingin menyampaikan perkembangan situasi terkini.

Penjelasan ini saya tujukan utamanya kepada para pemimpin dan kader Demokrat di seluruh Tanah Air, dan tentunya juga kepada masyarakat luas.

1. Kemarin, 30 Agustus 2023, kami mendapatkan informasi dari Sudirman Said, mewakili Capres Anies Baswedan, bahwa Anies telah menyetujui kerja sama politik Partai Nasdem dan PKB, untuk mengusung pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar.

Persetujuan ini dilakukan secara sepihak atas inisiatif Ketum Nasdem, Surya Paloh.

2. Hari ini, kami melakukan konfirmasi berita tersebut kepada Anies Baswedan.

Ia mengonfirmasi bahwa berita tersebut adalah benar.

Demokrat “dipaksa” menerima keputusan itu (fait accompli).

Baca juga: Muhaimin Iskandar Cawapres Anies Baswedan, Partai Demokrat: Pengkhianatan!

3. Menyikapi hal itu, Partai Demokrat akan melakukan rapat Majelis Tinggi Partai untuk mengambil keputusan selanjutnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved