Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Muhaimin Cawapres Anies

Anies Baswedan Tunjuk AHY Cawapres tapi Nasdem Pilih Muhaimin Iskandar, Demokrat: Pengkhianatan!

Sebelumnya beredar kabar bahwa Partai Nasdem menyepakati Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai cawapres pendamping Anies Baswedan di Pilpres 2024.

Editor: Alfian
TRIBUN-TIMUR.COM
Anies Baswedan dikabarkan pilih Muhaimin Iskandar sebagai Cawapres di Pilpres 2024 membuat Demokrat sebut ada pengkhianatan ke AHY. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Partai Demokrat sebut ada pengkhianatan yang dilakukan Anies Baswedan dan Nasdem lantaran memilih Muhaiman Iskandar sebagai cawapres dan mengabaikan AHY atau Agus Harimurti Yudhoyono.

Sebelumnya beredar kabar bahwa Partai Nasdem menyepakati Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai cawapres pendamping Anies Baswedan di Pilpres 2024.

Padahal pekan lalu, Sekjend Demokrat Teuku Riefky Harsya mengungkapkan jika Anies Baswedan sudah meminta AHY sebagai cawapres.

Namun belakangan terjadi perubahan yang membuat Partai Demokrat menilai ada pengkhianatan yang dilakukan Anies Baswedan dan Nasdem.

Sebelumnya, Bakal Capres dari Partai Nasdem Anies Baswedan telah membuat keputusan mengejutkan dengan menunjuk Muhaimin Iskandar sebagai bakal Cawapresnya.

Langkah ini menjadikan Anies Baswedan sebagai satu-satunya calon presiden yang sudah memiliki pasangan calon wakil presiden, berbeda dengan Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo.

Keputusan ini diumumkan oleh Partai Nasdem setelah pertemuan antara Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh, dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar (Cak Imin), di Nasdem Tower, Gondangdia, Menteng, Jakarta pada Selasa (29/8/2023).

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya, menyatakan bahwa keputusan ini diambil tanpa sepengetahuan Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yang merupakan bagian dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP).

Menurut Riefky, Surya Paloh secara sepihak menetapkan Muhaimin Iskandar sebagai calon wakil presiden Anies, dan Anies mengutus Sudirman Said untuk memberi tahu Demokrat dan PKS tentang keputusan tersebut.

Rabu (30/8/2023), Anies tidak memberikan informasi ini kepada Demokrat dan PKS seperti yang seharusnya dilakukan menurut piagam pembentukan KPP.

Riefky juga menyampaikan bahwa keputusan ini dianggap sebagai pengkhianatan oleh Nasdem dan Anies terhadap komitmen yang telah diambil dalam piagam pembentukan KPP.

Sebelumnya, Riefky mengklaim bahwa Anies sebenarnya telah memilih Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), sebagai pasangannya dalam Pilpres 2024 pada tanggal 14 Juni 2023.

Hal ini dianggap sebagai pelanggaran terhadap mandat yang diberikan kepada Anies untuk memilih pasangan calon wakil presiden dalam Koalisi Perubahan.

Dengan demikian, langkah ini dapat dianggap sebagai tindakan pengkhianatan terhadap kesepakatan dan komitmen yang telah dibuat oleh capres Anies Baswedan untuk memimpin Koalisi Perubahan.

Pernyataan lengkap Sekjend Demokrat terkait Anies Baswedan tunjuk Muhaiman Iskandar Cawapres

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved