TPA Antang
Aroma Sampah Antang Kembali Menyengat, Warga Kota Makassar Mengeluh
Warga Kota Makassar kembali mengeluhkan aroma sampah tempat pembuangan akhir (TPA) Tamangapa atau yang dikenal TPA Antang, Kecamatan Manggala.
Penulis: Siti Aminah | Editor: Sakinah Sudin
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Warga Kota Makassar kembali mengeluhkan aroma sampah tempat pembuangan akhir (TPA) Tamangapa atau yang dikenal TPA Antang, Kecamatan Manggala.
Bau busuk tersebut menganggu penciuman masyarakat belakangan ini, udara yang dihirup warga sudah sangat tidak segar.
Menanggapi hal tersebut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Makassar, Ferdy Mochtar mengatakan, bau busuk tersebut memang bersumber dari TPA.
Setiap harinya dilakukan penataan sampah, itulah yang menyebabkan bau busuk.
Apalagi setiap hari ada 300 unit armada sampah yang berlalu lalang di area tersebut.
"Armada 300 unit yang datang setiap harinya di lakukan penataan sampah, dan hal itulah yg menimbulkan bau," tuturnya.
Kata Ferdy, salah satu solusinya adalah mengaktifkan bank sampah dengan memilah sampah non organik dan organik.
Sampah organik kata Ferdy bahkan masih bisa dimanfaatkan, misalnya sisa makanan untuk budidaya maggot, dan menjadi ecoenzym.
Jika upaya itu dimaksimalkan, secara tidak langsung bisa mengurangi volume sampah di TPA Antang.
"Semuanya ini bisa mengurangi beban volume sampah ke TPA," tuturnya.
Pengelolaan sampah yang dilakukan selama ini kata Ferdy adalah sistem open dumping terhadap penanganan sampah.
Dimana operator bekerja mengurai sampah kearah titik yang masih rendah dengan ketinggian sekitar 10 hingga 25 meter.
Sementara rata-rata ketinggian TPA melampaui angka 40 meter.
"Untuk sekarang solusi meminimalisir (bau busuk) adalah penyemprotan ecoenzim," ujarnya.
Adapun solusi jangka panjang untuk masalah persampahan di Kota Makassar yakni dengan menghadirkan Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik atau PSEL.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.