Opu Daeng Risaju
Catat! Nama Jalan Cendrawasih Diganti Jadi Opu Daeng Risaju Hanya 2.6 Km, Ini Tepatnya!
Nama Jalan Cendrawasih di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) diganti jadi Jalan Opu Daeng Risaju. Namun nama Jl Cendrawasih tidak semuanya diubah.
Melihat hal ini, para pemuda memberikan ultimatum kepada tentara NICA di Palopo untuk segera kembali ke tangsinya dan tidak berkeliaran di kota.
Karena ultimatum ini tidak digubris oleh tentara NICA, timbullah konflik senjata yang sangat besar antara tentara NICA dan para pemuda pada tanggal 23 Januari 1946.
Konflik senjata ini kemudian merambat ke kota-kota lainnya di Palopo, salah satunya ialah kota Belopa tempat Opu Daeng Risaju tinggal.
Berjuang melawan NICA
Pada masa revolusi, Opu Daeng Risadju dengan pemuda Indonesia melakukan serangan tentara NICA pada 1946 di Sulawesi Selatan.
Pada saat itulah terjadi konflik senjata yang sangat besar.
Sebulan setelah pnyerangan, ternyata tentara NICA melakukan penyerangan kembali dan berhasil menangkap Opu Daeng Risadju di Lantoro.
Penangkapan tersebut membuat Opu Daeng dipaksa berjalan kaki ke Watampone yang berjarak 40 kilometer dengan usia yang tidak lagi muda.
Hukuman tersebut membuat Opu Daeng mengalami tuli hingga akhir hayatnya. Pada tanggal 10 Februari 1964, ia meninggal dunia di Palopo dan dimakamkan di pekuburan raja-raja Lokkoe di Palopo.
Opu Daeng Risadju dianugerahi gelar pahlawan berdasarkan Keppres No 85/TK/2006 pada tanggal 3 November 2006.
Dan namanya kini menjadi nama jalan di Kota Palopo, Sulawesi Selatan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Catat-Nama-Jalan-Cendrawasih-Diganti-Jadi-Opu-Daeng-Risaju-Hanya-26-Km-Ini-Tepatnya.jpg)