Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

IPAL Losari Bakal Diresmikan Jokowi, Segini Tarif Air Akan Dimintai Warga untuk Capai Rp900 Juta

PDAM Makassar juga sudah memikirkan tarif yang dibebankan kepada pelanggan untuk capai Rp900 juta per bulan.

Penulis: Siti Aminah | Editor: Ansar
TRIBUN-TIMUR.COM/SITI AMINAH
Direktur Air Limbah (PAL) Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar, Aiman Adnan. (Siti Aminah) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Losari, Makassar, akan diresmikan pada November 2023 mendatang.

PDAM Makassar juga sudah memikirkan tarif yang dibebankan kepada pelanggan untuk capai Rp900 juta per bulan.

Rencananya, peresmian IPAL Losari akan dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Air Limbah (PAL) Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar, Aiman Adnan.

IPAL Losari sekaligus akan diresmikan bersamaan dengan dua proyek IPAL lainnya yang sedang dibangun, yakni Pekanbaru dan Jambi.

"Makassar kami percaya diri karena kami yang paling berprogres, sehingga presiden memilih Makassar sebagai lokasi peresmian tiga IPAL ini," ucap Aiman Adnan saat ditemui di Kantor PDAM Makassar, Jl Ratulangi, Selasa (1/8/2023).

Kata Aiman, PDAM Makassar tidak ingin menjadikan pembangunan IPAL menjadi proyek 'pajangan', karena itu pihaknya siap untuk melalukan pengelolan untuk IPAL Losari tersebut.

Apalagi, Wali Kota Makassar Danny Pomanto sudah memberi sinyal agar IPAL Losari dikelola oleh PDAM.

"Dipilihnya PDAM jadi operator kami tidak ingin bikin malu Pemkot dan wali kota," ujarnya.

Saat kunjungan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono ke IPAL Losari, ia berpesan agar area IPAL dihijaukan sebelum peresmiannya.
 
Selain siap secara sumber daya manusia (SDM), PDAM juga siap dari segi finansial untuk membiayai operasional IPAL sebesar Rp110 juta per bulannya

Rencananya, untuk menutupi kebutuhan operasional IPAL, PDAM akan menarik biaya Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (L2T2) kepada pelanggan.

Aiman memaparkan, ada sekitar 60 ribu pelanggan di lima kecamatan yang dilalui perpipaan IPAL Losari yang belum tersambung dengan jaringan.

Jika itu dimaksimalkan, PDAM akan mendapatkan Rp900 juta per bulannya dengan estimasi tarif dibawah Rp15 ribu per pelanggan.

"Hasil komunikasi kami dengan satker, hitungannya per bulan Januari (2024) maka segala pembiayaan sudah dibebankan ke operator, dalam hal ini PDAM, artinya ada Rp110 juta per bulan yang harus PDAM siapkan untuk operasional IPAL," paparnya.

Bahkan, saat penerapan L2T2 ini, Aiman berharap agar seluruh pelanggan PDAM dengan jumlah 179 ribu secara otomatis berlangganan L2T2.

Dengan begitu, PDAM akan mendapatkan pendapatan yang lebih besar lagi, capai Rp2,6 miliar dalam sebulan.

Kalkulasi pendapatan diatas telah disampaikan kepada Wali Kota Makassar Danny Pomanto, PDAM kata Aiman berkomitmen untuk memberikan tidak menggangu pendapatan yang bersumber dari air bersih.

"Kami sejak awal berpikir bahwa hadirnya air limbah tidak akan menggangu pendapatan air minum, justru dengan L2T2 ini bisa menambah pendapatan," kata Aiman.

Seharusnya, biaya operasional IPAL Losari ditanggulangi oleh Pemkot Makassar. Hanya saja PDAM bersikeras untuk tidak membebankan itu kepada pemkot. (*)

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved