Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Talkshow Tribun Series

Ketua KPU Sulsel Harap Semua Datang ke TPS: Memilihlah Sebelum Hak Politik Itu Hilang

Menurutnya, dulu saat di zaman atena kuno demokrasi langsung cenderung percaya pada dengan hasil undian.

|
Penulis: M. Jabal Qubais | Editor: Saldy Irawan
Tribun Timur
Ketua KPU Sulsel, Hasbullah saat mengikuti Talk Show Mata Lokal Memilih Tribun Timur, Selasa (25/7/23). 

TRIBUNTIMUR.COM, MAKASSAR - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Selatan (Sulsel), Hasbullah mengatakan warisan hak pilih dan dipilih bagi kaum milenial patut disyukuri.

Menurutnya, dulu saat di zaman atena kuno demokrasi langsung cenderung percaya pada dengan hasil undian.

"Mereka yakin bahwa hasil yang diplot itu merupakan restu dari Zeus," ujar Hasbullah saat mengikuti Talk Show Mata Lokal Memilih Tribun Timur, Selasa (25/7/23).

Hal tersebut dikarenakan adanya kesetaraan di tengah masyarakat baik intelektual maupun hak kepemilikan.

"Makanya, siapapun yang diundi harus siap jadi pemimpin karena ada kesetaraan," tuturnya.

Disamping itu, disebutkan ada warga negara pasif dimana mereka abai terhadap kegiatan politik.

"Istilah dalam buku mereka disebut idiot, dan dikategorisasi sebagian warga negara tidak aktif," jelasnya.

Selanjutnya, pada tahun 1920-an tepatnya di Inggris, bangsawan pernah melakukan protes terhadap raja.

"Karena invasi saat itu menggunakan uang negara sehingga para bangsawan diberikan haknya untuk protes," lanjutnya.

Juga, di tahun 1960 terjadi gerakan buruh kemudian melahirkan house of commons atau keterwakilan.

Dalam perjalanan peradaban, banyak gerakan politik, sosial untuk mendapatkan hak hak mereka.

"Berbeda di Indonesia, setelah merdeka pemilu pertama 1955 semua warga indonesia bisa memilih," ucap Hasbullah.

Inilah konteks warisan terbaik yang penting bagi kita dalam membangun peradaban demokrasi.

"Jangan sampai hak politik itu hilang, berbeda di beberapa negara dimana memilih itu adalah kewajiban seperti di Australia, Argentina," jelasnya.

Bahkan, jika mereka tak datang ke TPS untuk memilih akan diberikan hukuman.

"Bagi warga yang tidak memilih akan diberikan punishment seperti tak lagi menerima bantuan sosial dan lain sebagainya," tandas Hasbullah.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved