Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Memahami Anak Muda

Mengatur anak muda sekarang memang susah susah mudah. Cara mereka ‘menghadapi’ dunia cenderung berbeda dengan generasi sebelumnya.

Editor: Sudirman
DOK PRIBADI
Muh Zulkifli Mochtar, doktor alumnus Jepang dan bermukim di Tokyo. Dia juga merupakan penulis tetap kolom Kilas Tokyo di tribun Timur. 

Muh. Zulkifli Mochtar

Mengatur anak muda sekarang memang susah susah mudah.

Cara mereka ‘menghadapi’ dunia cenderung berbeda dengan generasi sebelumnya.

Berbeda dalam banyak hal; cara pikir, cara bekerja, cara mengisi waktu, dan banyak lagi. Penampilan pun beda.

Dibanding generasi sebelumnya yang cenderung bergaya ‘resmi’ formal ala kantoran, mereka umumnya lebih senang bergaya kasual tanpa aturan resmi.

Lihat saja penampilan ringkas Mark Zuckerberg atau Steve Jobs. Sepatu sneaker, t-shirt, celana jeans jadi ciri khas mereka.

Cara pikir dan bertindak cepat. Pengambilan keputusan juga cenderung cepat.

Generasi mereka yang didominasi ‘digital native’ yakni lahir dan tumbuh bersamaan teknologi digital.

Otak mereka pun dibentuk serba digital dan menurut Garry Small seorang Neuroscientist UCLA.

Saat otak sudah terbentuk digital akan muncul kemampuan superior dalam pengambilan keputusan cepat karena dukungan banyak sumber sensory input.

Beberapa ahli menyimpulkan, saat membaca dan memahami sesuatu, mereka juga cenderung selalu ingin cepat selesai.

Ini terjadi karena dibesarkan di era yang menuntut kecepatan.

Otak mereka pun terbiasa lebih banyak scanning process, dibanding reading process

Lalu mereka itu siapa? Generasi millennial sering dikategorikan sebagai representasi usia muda.

Menurut buku Millenial Nusantara karya Hasanuddin Ali dan L. Purwandi, ada empat cohort utama dalam demografi: Baby Boomer, Gen-X, Millennials dan Gen-Z.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved