Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Nelayan Bulukumba Tenggelam

Polisi dan Medis Turun Tangan Pasca Nelayan Bontobahari Ditemukan Tewas

Hal itu untuk memastikan jika Muh Saleh meninggal dunia tak ada unsur penganiayaan dari orang lain.

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Saldy Irawan
DOK PRIBADI
Warga Sapulohe mengevakuasi korban nelayan tenggelam di Pantai Bontobahari, Rabu (19/7/2023) 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, BONTOBAHARI-Tim medis Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Bontobahari, Kabupaten Bulukumba dan Polsek setempat turun memeriksa tewasnya seorang nelayan setempat bernama Muh Saleh (60).

Mereka turun melakukan pemeriksaan terhadap tubuh korban.

" Paramedis dan Pak Polisi tadi turun melakukan pemeriksaan terhadap tubuh korban," kata kerabat korban Haji Sukardi.

Hal itu untuk memastikan jika Muh Saleh meninggal dunia tak ada unsur penganiayaan dari orang lain.

" Ternyata setelah dilakukan pemekriksaan takada tanda-tanda penganiayaan sehingga diduga korban mengalami serangan jantung," kata Sukardi.

Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban meninggalkan rumahnya pada pukul 16.00 Wita kelaut, Selasa (18/7/2023).

Keluarga korban menyampaikan bahwa biasanya korban pulang dari mencari ikan di laut pada pukul 22.00 Wita.

Namun hingga dinihari tadi korban belum pulang.

Keluarga korban semakin cemas terhadap keselamatan Muh Saleh di laut Bontobahari itu.

Karena khawatir,akhirnya pihak keluarga menyampaikan ke kerabat lainnya dan penduduk setempat untuk melakukan pencarian.

Termasuk melaporkan kejadian itu ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bulukumba.

Pagi tadi Muh Saleh ditemukan tenggelam di laut Bontobahari.

Ia ditemukan tenggelam di sekitar sampan dan jaring di tengah laut tersebut.

" Korban ditemukan tenggelam dan sudah tak bernyawa," kata Kepala BPBD Bulukumba, Akrim Nur.

Selanjutnya korban dievakuasi dari tengah laut ke rumah duka dan selanjutnya dilakukan penguburan.

Dua pekan lalu dua nelayan di Kecamatan Ujung Bulu, Bulukumba juga ditemukan meninggal dunia.

Dia ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam.

Dua nelayan tersebut tenggelam setelah mengalami penyakit epilepsi. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved