Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PT Vale Dorong Pertanian Ramah Lingkungan untuk Kemandiran Masyarakat di Area Pemberdayaan

PT Vale Indonesia menciptakan kemandirian masyarakat setelah tambang tidak lagi menjadi sumber penghasilan utama daerah mereka.

DOK PT VALE
PT Vale Indonesia Tbk kembali mencatat pencapaian dalam mempersiapkan masyarakat menuju kemandirian pasca tambang. 

TRIBUN-TIMUR.COM - PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) kembali mencatat pencapaian dalam mempersiapkan masyarakat menuju kemandirian pasca tambang melalui program Pertanian, Perkebunan, Peternakan Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan (P3SRLB) di area pemberdayaannya.

Area pemberdayaan PT Vale meliputi empat kecamatan, yaitu Kecamatan Malili, Nuha, Wasuponda, dan Towuti. Program pertanian organik merupakan inisiatif dari PT Vale untuk mendukung pertumbuhan, produktivitas, dan keberlanjutan lingkungan.

Pertanian dipilih sebagai sektor utama karena mayoritas penduduk daerah tersebut menggantungkan nafkahnya dari bidang pertanian.

Program ini adalah bagian dari upaya PT Vale Indonesia untuk menciptakan kemandirian masyarakat setelah tambang tidak lagi menjadi sumber penghasilan utama daerah mereka.

Program ini telah berjalan sejak tahun 2015 dan hingga saat ini telah membina sekitar 44 kelompok masyarakat, termasuk kelompok tani, kelompok wanita tani, kelompok peternak, kelompok disabilitas, dan 10 kelompok masyarakat lokal di sekitar wilayah pemberdayaan PT Vale.

Berdasarkan Laporan Keberlanjutan 2022 (Sustainability Report 2022) yang dirilis oleh PT Vale Indonesia pada Mei 2023, kesepuluh kelompok masyarakat tersebut adalah Kelompok Masyarakat Dongi, Kelompok Masyarakat Konde, Kelompok Masyarakat Taipa, Kelompok Masyarakat Pekaloa, Kelompok Masyarakat Tambe’e, Kelompok Masyarakat Weula Group, Desa Kolono, Desa Ululere, Desa Bahomoahi, Kelompok Petani Desa Bahomotefe.

Beragam dukungan telah dilakukan pada kelompok-kelompok masyarakat tersebut, seperti budidaya sayuran organik, penyediaan sarana dan prasarana perikanan air tawar dan peternakan kambing dan sapi, mengembangkan peternakan ayam petelur, serta mendukung proses produksi kompos.

CEO PT Vale Indonesia Tbk, Febriany Eddy mengatakan, Vale, secara global, memiliki tiga prioritas dalam seluruh keputusan bisnis kami, yakni 3P yang merupakan singkatan dari People, Planet, dan Profit. PT Vale Indonesia sendiri mengejawantahkan prinsip “People” dalam 3P tersebut, salah satunya, dengan hadirnya Program P3SRLB ini.

“Kami melihat adanya peningkatan hasil total dari seluruh program pemberdayaan masyarakat lokal yang kami jalankan.” jelasnya.

Tak hanya itu, Febriany Eddy mengaku kerap terenyuh saat bertemu langsung dengan para petani di area pemberdayaan.

“Salah satu kesan mendalam saya dapat saat berdiskusi dengan petani di Morowali beberapa waktu lalu. Saya terharu karena ketekunan petani dalam mengikuti program P3SRLB dari kami, serta keteguhan mereka untuk mendukung kami dan industri pertambangan melalui cara mereka, yakni menyiapkan pangan yang sehat, produktif, dan sustainable,” katanya.

Febriany Eddy menambahkan,PT Vale berupaya menjaga komitmennya dalam mewujudkan tiga aspek keberlanjutan yang dikenal dengan ESG (Environment, Social, Governance). Program P3SRLB termasuk komitmen sosial, yang turut menjadi bagian dari nilai-nilai perusahaan.

“Salah satu nilai Vale adalah menghargai bumi dan masyarakat. Oleh karenanya, PT Vale menaruh investasi yang serius di area-area pemberdayaan, termasuk melalui pelatihan dan pendampingan pertanian organik ini. Selain itu, kami tak hanya memberi bantuan, tetapi juga berjalan bersama, kita dorong kemandirian dan menjemput kesejahteraan,” tuturnya.

Melalui metode SRI Organik, PT Vale juga mengajarkan kepada petani cara menggunakan pupuk organik. Dengan optimalisasi pupuk organik, para petani dapat memanfaatkan bahan yang murah, bebas zat kimia, dan bersifat alami.

Selain tidak membutuhkan biaya, pemanfaatan pupuk organik juga menjaga unsur hara pada tanah pertanian. Dengan demikian, metode ini membawa untung, tak hanya bagi petani dan konsumen yang menikmati produk ini, tetapi juga bagi kelestarian bumi.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved