Baru Setahun, Plafon SDN 247 Pattiro Maros Ambruk, Kondisi Murid saat Belajar
Padahal bangunan ruang sekolah kelas empat tersebut dikerjakan tahun lalu, oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Maros.
TRIBUN-TIMUR.COM - Plafon bangunan ruang kelas SDN 247 Pattiro, Dusun Pattiro, Desa Labuaja Kecamatan Cenrana, Maros, ambruk.
Padahal bangunan ruang sekolah kelas empat tersebut dikerjakan tahun lalu, oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Maros.
Beruntung tak ada korban dalam kejadian tersebut.
"Baru tahun lalu sudah dibangun. Tahun ini sudah ambruk. Kejadiannya pada Minggu (11/6/2023) kemarin pagi," kata seorang orangtua murid, Senin (12/6/2023).
Material plafon jatuh dan menghantam meja dan lantai ruang kelas.
"Untungnya hari libur, jadi tidak ada aktivitas proses belajar mengajar," katanya.
Material plafon sudah dibersihkan oleh pihak sekolah.
Murid kelas empat dipindahkan ke ruangan lain, untuk proses belajar mengajar.
Sementara, murid di kelas lain juga merasa was-was.
"Murid di kelas lain juga was-was. Jangan sampai plafon ruang kelasnya juga rubuh, seperti yang terjadi di kelas empat," kata dia.
Sementara itu seorang aktivis, RN Landza mengaku prihatin dengan kondisi yang terjadi di SDN 247 Pattiro.
Ia curiga, material bangunan SDN 247 Pattiro tidak sesuai dengan spesifikasi.
"Kuat dugaan penggunaan material tidak sesuai spesifikasi dan sudah jelas dengan rubuhnya plafon sekolah tersebut merugikan keuangan negara ujurnya," kata dia.
RN Landza juga mendesak Polres Maros untuk memanggil rekanan yang telah mengerjakan renovasi ruang sekolah tersebut.
Dinas Pendidikan juga sebagai penanggungjawab juga harus diperiksa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Plafon-bangunan-ruang-kelas-SDN-247-Pattiro-Dusun-Pattiro.jpg)