Haji 2023
Haji Ramah Lansia
Hal ini tidak dapat dihindari saat haji menjadi kewajiban agama yang bersyarat dan tidak dilihat seperti kewajiban ibadah lainnya.
Oleh La Ode Ismail Ahmad
Petugas Haji / Dosen IAIN
TRIBUN-TIMUR.COM -- Tema haji tahun ini adalah pelaksanaan haji yang ramah pada lansia, yakni mereka yang dalam aturan WHO dalam range usia 60 tahun ke atas. 30 persen jemaah haji Indonesia tahun ini adalah mereka yang dalam usia lansia.
Hal ini tidak dapat dihindari saat haji menjadi kewajiban agama yang bersyarat dan tidak dilihat seperti kewajiban ibadah lainnya.
Umumnya, masyarakat Muslim Indonesia mendaftar haji saat mereka telah menyelesaikan kewajiban lain seperti menyekolahkan anak hingga perguruan tinggi bahkan setelah terpenuhinya kebutuhan primer dan sekunder.
Ibadah haji hanya menjadi kewajiban namun bukan sebuah kebutuhan utama untuk memuaskan spiritualitas.
Implikasinya, mendaftar haji dilakukan pada saat usia 40 tahun ke atas bahkan di atas 40 tahun.
Kondisi ini mengakibatkan waktu pemberangkatan haji saat usia sudah lansia karena adanya daftar tunggu yang cukup panjang dalam hitungan puluhan tahun.
Banyak di antara mereka keburu mati sebelum tiba berangkat haji dan ini yang melahirkan jamaah haji dalam usia muda karena menggantikan nomor porsi orang tuanya.
Lansia dalam perspektif kesehatan ditipologikan dalam dua, yakni lansia aktif dan Lansia pasif.
Lansia aktif adalah mereka yang secara usia masih mampu melakukan kegiatan dan aktivitas secara mandiri, sedangkan lansia pasif adalah mereka yang membutuhkan orang lain dalam aktifitasnya.
Setiap kedatangan kloter haji Indonesia, terdapat petugas khusus yang mendata berapa jumlah lansia dalam kloter tersebut bahkan petugas kesehatan kloter sudah membuat kategori jamaah dalam resiko tinggi.
Jamaah haji tertua Indonesia tahun ini adalah Pak Harun dari Madura Jawa Timur dalam usia 119 tahun.
Beliau masih cukup segar meskipun fisik tak mungkin dibohongi akan semakin melemah.
Ibadah haji adalah ibadah fisik dalam rangkaian proses ARMUZNA (Arafah, Muzdalifah dan Mina) yang akan menguras tenaga yang banyak, bahkan boleh jadi akan banyak kasus yang akan terjadi.
Dalam konteks ini, maka Kementerian Agama menghimbau agar menjalankan ibadah haji sesuai dengan kemampuan fisik dalam bingkai fikih haji ramah lansia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/La-Ode-Ismail-Ahmad-Petugas-Haji-Dosen-IAIN-23.jpg)