Haji 2023
Saudi Panas, Andi Fahsar M Padjalangi Imbau Jemaah Bone Rutin Minum Air Putih
Fahsar berpesan agar setiap jamaah wajib menjaga nama baik negaranya tercinta, Indonesia, terutama kampung halaman di Bone.
Penulis: Noval Kurniawan | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUNBONE.COM, WATAMPONE - Dua gelombang Jemaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan berangkat ke Tanah Suci, Mekah.
Mereka berangkat dengan niat untuk menunaikan salah satu rukun Islam, yaitu naik haji bagi yang mampu.
Mampu yang dimaksud bukan sekadar harta belaka, tetapi juga dalam fisik, mental, hingga spiritual.
Sebab setiap rangkaian ibadah yang dilakukan para jemaah haji di Tanah Suci membutuhkan proses panjang dan tidak mudah.
Sehingga para jemaah harus benar-benar fokus beribadah di sana agar menjadi haji mabrur.
Demikian dikatakan Bupati Bone, Andi Fahsar M Padjalangi, saat memberi sambutan di acara pelepasan JCH gelombang kedua Bone di Masjid Agung Al Markaz Al Ma'arif, Jumat (2/6/2023) malam.
"Bapak dan ibu harus benar-benar fokus menjalankan setiap tahapan dari ibadah haji. Jangan terdistraksi dengan hal-hal lain seperti oleh-oleh, apalagi umrah. Tujuannya agar bapak dan ibu bisa mendapatkan berkah dari ibadah haji ini," katanya.
Bupati Bone dua periode ini kemudian memberi tips kepada para JCH terkait menjaga kesehatan selama di Tanah Suci.
Salah satunya adalah dengan rutin minum air, mengingat kondisi cuaca di Arab Saudi terbilang cukup ekstrem.
"Jika ada tumbler atau botol air minum, bawa itu dan isi dengan air zam-zam. Bapak dan ibu harus banyak minum air putih," ucapnya.
Selain itu, Fahsar menyarankan para jemaah juga memanfaatkan waktu antara salat fardhu (wajib).
Baca juga: Pantau Misi Haji, Menko Muhadjir Effendy Jajal Kereta Api Cepat Mekah - Madinah Hanya 2,3 Jam
Baca juga: Ini Agenda JCH Kloter 14 Asal Lutra dan Lutim Salama di Asrama Haji Sudiang
"Contohnya antara Magrib dan Isya. Lebih baik jemaah haji tinggal di masjid daripada kembali ke hotel. Di sana, bapak dan ibu bisa istirahat jika lelah atau melakukan salat sunnah," jelasnya.
Jika ada jemaah yang kelelahan atau sakit di Tanah Suci nanti, mereka bisa segera mengabari petugas kesehatan haji.
"Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memiliki pendamping. Sehingga jika bapak dan ibu merasa lelah atau sakit, akan ada yang memperhatikan," tambahnya.
Selain itu, ia juga menyarankan para jemaah jika ingin membeli oleh-oleh, sebaiknya berupa sajadah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Bupati-Bone-Andi-Fahsar-M-Padjalangi-saat-menghadiri-pelepasan-Jemaah-Calon-Haji-JCH.jpg)