Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Cerita 4 Mahasiswi UNM yang Magang di Tribun Timur: Ternyata Ada Budaya Serbu-Serbu

Milka menuturkan, ia dan Aulia pertama kali dapat penugasan liputan di mall oleh Imam Wahyudi selaku Pj Koordinator Liputan. 

Penulis: Nining Angraeni | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM/NINING
Empat anak magang dari Prodi Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar (UNM) berbagi cerita suka-duka saat menjalani magang selama kurang lebih tiga bulan di Tribun Timur. Mereka hadir di Podcast Bincang Kampus, Selasa (30/5/2023). 

TRIBUN-TIMUR. COM, MAKASSAR - Pengalaman magang selama kurang lebih tiga bulan di Tribun Timur tidak bisa dilupakan oleh empat mahasiswi Prodi Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar (UNM). 

Para mahasiswi UNM yang magang tersebut yakni Nurul Fakhriyah Arief, Milka Adriani, Aulia Ulva dan Niken Salsabila.

Hal yang paling tidak bisa dilupakan selama magang di Tribun Timur yakni adanya budaya "serbu-serbu".

Demikian diungkapkan keempat mahasiswi cantik itu saat diundang di Podcast Bincang Kampus Tribun Timur yang dipandu Memet Gunawan, Selasa (30/5/2023) 

"Ada yang unik di Tribun Timur. Ternyata ada budaya "serbu-serbu". Jadi, budaya serbu-serbu itu, kalau ada makanan di redaksi, orang-orang langsung berlarian dan cepat-cepatan untuk mengambil makanan tersebut," kata Niken. 

Dia menuturkan, sering kali ada yang membawa jalangkote ke redaksi. 

"Kalau sudah seperti itu, kita semua sudah pasang kuda-kuda dan lari untuk mengambil jalangkote itu. Padahal jalangkotenya asa banyak. Tapi, orang-orang di redaksi berlomba-lomba untuk ambil. Begitu juga dengan makanan lainnya," tuturnya. 

Ia mengaku diawal sempat syok melihat orang-orang yang ada di redaksi berlarian ketika ada makanan datang. 

"Tapi, ternyata seru. Ibaratnya, itu momen hidup dan mati. Awalnya saya malu-malu untuk ikutan lari kalau ada makanan . Tapi, lama-lama sudah jadi garda terdepan kalau ada makanan di redaksi," ucapnya sembari tertawa. 

Begitupun yang dirasakan Milka. Milka bahkan sempat cemberut karena beberapa kali tidak kebagian kalau ada makanan di redaksi. 

"Sebenarnya bukan hanya makanan yang kami berlomba-lomba untuk ambil. Tapi, kadang-kadang skincare juga. Biasanya ada kakak-kakak yang bawa produk skincare kalau habis liputan. Itu kita biasa cepat-cepatan. Nah, saya biasa tidak kebagian dan kadang cemberut," tuturnya.

Milka menuturkan, budaya serbu-serbu inilah yang tidak akan pernah ia lupa. 


Tidak hanya budaya "serbu-serbu", para anak magang ini juga cerita hal-hal unik yang mereka alami selama magang. 

Milka menuturkan, ia dan Aulia pertama kali dapat penugasan liputan di mall oleh Imam Wahyudi selaku Pj Koordinator Liputan. 

Waktu itu, mereka sangat antusias. Namun, saat menuju ke lokasi, mereka kecelakaan dan baju mereka basah karena jatuh di genangan. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved