Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Sunah Islam

Siswi SMP Dinodai Setelah Kabur dari Rumah Bikin Heboh, Buya Yahya Jelaskan Dosa Anak ke Orangtua

Seperti yang dialami seorang siswi SMP yang viral setelah kabur dari rumah. Siswi tersebut langsung mendapat ganjaran.

Editor: Ansar
TribunMedan.com
Seorang siswi SMP yang viral setelah kabur dari rumah. Siswi tersebut langsung mendapat ganjaran. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Seorang anak yang kabur dari rumahnya merupakan perbuatan dosa.

Seperti yang dialami seorang siswi SMP yang viral setelah kabur dari rumah. Siswi tersebut langsung mendapat ganjaran.

Siswi SMP tersebut dipaksa berhubungan badan berulang kali oleh pacar, terungkap dari bekas cupang di leher.

Buya Yahya pun menjelasan dosa besar anak terhadap orangtuanya.

Setelah diamankan, pelaku kasus rudapaksa siswi SMP berinisial AF (14) tersebut kemudian digelandang ke Markas Polsek Watubangga untuk proses lebih lanjut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, pihak kepolisian mengungkap perlakuan tak senonoh N yang juga pacar korban siswi SMP berinisial AF tak hanya sekali, tapi sudah berulang kali dilakukan.

“Mengamankan pelaku persetubuhan terhadap anak di bawah umur yang telah dilakukan berulang kali,” kata Kasubsi Penmas Humas Polres Kolaka, Aipda Riswandi, dalam keterangan tertulis yang dikutip TribunnewsSultra.com pada Kamis (11/05/2023).

Meski demikian, pihak kepolisian tak merinci berapa kali aksi tak senonoh dilakukan pelaku terhadap korban, begitupun lokasinya.

Aipda Riswandi dalam keterangannya pun mengungkap kronologi dugaan kasus rudapaksa tersebut akhirnya terungkap.

Kasus pencabulan anak di bawah umur itu terungkap dari laporan ibu korban berinisial A (37).

A sebagai pelapor melaporkan dugaan rudapaksa terhadap putrinya tersebut kepada pihak kepolisian.

Kronologi kasus pencabulan tersebut berawal pada Sabtu (6/05/2023) lalu sekitar pukul 19.30 wita.

Korban AF saat itu disebutkan sempat berada di dalam kamarnya bersama pelapor, namun tetiba menghilang dari pandangan ibunya.

Pelapor kemudian bertanya kepada adiknya AN yang juga sempat sekamar dengan AF.

AN yang juga tante korban mengaku juga tidak mengetahui keberadaan AF, meski sebelumnya sempat berbaring di dekatnya.

Pelapor kemudian mencoba menghubungi putrinya AF sebanyak 4 kali, namun tidak diangkat.

Tidak lama kemudian AF mengirimkan chat kepada pelapor dengan mengatakan “ma saya antar dulu temanku di Lamekongga”.

Sehingga pelapor balas “iye cepat ko pulang jam 10 pulang mi ".

Lalu AF membalas, “iye saya dijalan mi”.

Namun sampai pukul 01.00 wita dinihari, AF tak kunjung pulang.

Sedangkan, telepon seluler milik korban yang kembali dihubungi sudah dalam keadaan tidak aktif.

Pelapor bersama adiknya kemudian berboncengan menuju ke lokasi Wisata Kuliner atau Wiskul Kolaka untuk mencari, namun tidak ketemu.

Setelah pencarian yang tak membuahkan hasil itu, pelapor yang juga ibu korban kembali pulang ke rumah.

Keesokan harinya sekitar pukul 12.00 wita, AF baru pulang ke rumah.

Pelapor kemudian bertanya kepada AF, “kamu dari mana kenapa kamu tidak pulang”.

AF pun mengatakan “dari rumah temannya”.

Lalu pelapor kembali tanya “jujur ko kamu dari mana ko”.

Kemudian AF masuk ke dalam kamarnya, namun diikuti kedua adik pelapor yakni AN dan M.

Kedua adik pelapor kemudian melihat ada bekas merah di bagian leher korban.

Sehingga mereka bertanya, “da apakan ko itu laki-laki”.

AF pun mengaku kalau sudah disetubuhi oleh pacarnya N alias P.

Lalu, kedua adiknya menyampaikan kepada pelapor mengenai hal tersebut.

Selanjutnya, pelapor melaporkan dugaan kasus rudapaksa tersebut ke pihak kepolisian.

Tim Elang Anti Bandit 007 Polres Kolaka bersama personel Polsek Watubangka selanjutnya menangkap N alias P di kediamannya.

Pelaku kemudian digelandang ke Markas Polsek Watubangga untuk proses lebih lanjut.

Pelaku yang kini menjadi tersangka dijerat Pasal 82 Ayat (1) junto Pasal 76E Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp5 miliar.

Anak durhaka

Seorang anak merupakan titipan Allah SWT kepada kedua orang tua. Maka dari itu, wajar saja banyak ditemui orang tua sayang kepada anaknya.

Begitu juga anak kepada orang tuanya.

Namun, tahukah anda apabila anak durhaka kepada orang tuanya akan mendapatkan azab di dunia dan akhirat.

Berdasarkan ceramah Buya Yahya, anak yang durhaka kepada orang tua adalah wujud dosa yang amat besar. 

"Dikatakan baginda nabi, semua dosa anak durhaka ditunda oleh Allah SWT sehingga tidak tampak di dunia, orang berbuat dosa, berbuat dosa dibiari sampai mati sehingga disiksa di akhirat.

Kecuali yang durhaka kepada orang tua, yang durhaka kepada orang tua akan diberik hukumannya di dunia sebelum di akhirat," ujar Buya Yahya seperti dikutip dari kanal YouTube Al-Bahjah TV.

Bahkan, Buya Yahya sebutkan di dunia sebelum di akhirat, akan tidak beruntung orang yang menjalani hidup ketika durhaka kepada orangtua.

Baik itu nanti pernikahan, pekerjaan yang dimilikinya, bahkan orang yang durhaka kapada orang tua akan sengsara hidupnya di dunia.

"Tidak akan bahagia hidupnya bila dia durhaka kepada orang tua, biar pun dia ditolong seribu orang sekali pun, maupun yang nolong itu dewa, tetap tidak bisa, karena Allah sudah murka," katanya. 

Bahkan, usaha yang dibuat anak durhaka juga tidak akan diridohi Allah SWT.

Namun, apabila anak durhaka itu memiliki usaha dan usahanya maju, dan masih durhaka dengan orang tua, maka Allah SWT akan mengirimkan istri yang begitu jahatnya. 

"Sebab durhaka kepada orang tua, akan dibalas Allah SWT di dunia sebelum di akhirat," pungkasnya. 

Namun, ia sebutkan jika manusia ingin hidup bahagia maka berbaktilah kepada orang tua dan baik-baik kepada orang tua. 

"Mencintai orang tua harus dari hati kita, karena orang tualah yang menyayangi kita, yang menjaga kita dan setiap saat memikirkan keadaan kita.

Maka siapa yang menjalani hidup tetapi durhaka terhadap orang tuanya, dia akan hidup sengsara," tuturnya. 

Durhaka dengan orang tua, ia katakan adalah dosa besar setelah durhaka kepad Allah SWT.

Namun, perbuatan durhaka kepada orang tua ini tidak menyadarinya. 

"Sampai dikatakan Rosulillah bahwa jika engkau berbicara kepada ayahanda dan ibundamu, lalu engkau dekatkan mulutnya ke telingamu sehingga engkau bisa mendengar, itu adalah perbuatan bagus daripad jihad dari pada di jalan Allah.

Namun, ngongom sama orang tua teriak, teriak, anak model apa ini? ahli surga yang macem apa ini?," katanya. 

"Jangan engkau berkata kepada ayahanda dan ibundamu dengan uf, uf itu adalah kalimat yang paling ringan tetapi tidak enak.

Kalau dalam bahasa kita, misalnya kita dikasih tahu orang tua kita atau lagi dinasihati, terus kita jawab iya iya (dengan nada sebel), itu lah uf," bebernya. 

Padahal ia katakan suara ibunda atau orang tua itu adalah suara surga.

Makanya, ia sarankan bila disuruh dan dinasihati orang tua dengar dengan baik.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved