Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Berkah Silaturahmi

Silaturrahmi" adalah menyambung tali persaudaraan yang berasal dari satu rahim atau lebih khusus keluarga terdekat.

DOK PRIBADI
Ilham Kadir Pakar dan Praktisi Pendidikan/Dosen Universitas Muhammadiyah Enrekang 

Oleh: Dr Ilham Kadir MA
Ketua Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB), Enrekang.

TRIBUN-TIMUR.COM - Ditilik dari aspek bahasa, kata "silaturahmi" merupakan gabungan dari dua kata, "silah" dan "rahmi". Asal katanya adalah, washala-yashilu-shilah, yang berarti "menyambung" atau lawan dari "memotong".

Sementara "rahmi" diambil dari kata, "rahim" yang merupakan bagian dari isi perut perempuan "ibu" tempat janin tumbuh dan membesar.

Karena itulah menurut Abu Hanifah, yang dimaksud dengan "silaturrahmi" adalah menyambung tali persaudaraan yang berasal dari satu rahim atau lebih khusus keluarga terdekat, terkhusus bagi mereka dalam kategori "mahram", yang tidak boleh dinikahi.

Definisi silaturahmi yang paling tepat sebagaimana dipaparkan Ar-Raghib Al-Asfahani, katanya, Penggunaan kata rahim di sini menunjukkan bahwa 'segenap kerabat berasal dari satu rahim yang sama'.

Karena itu ditekankan agar dalam menyambung tali persaudaraan diutamakan dari kerabat, baik masuk kategori mahram, atau pun kerabat dekat dan jauh lainnya, lalu kepada selain mereka.

Definisi ini diperkuat dengan dalil al-Qur'an, "Orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat itu sebagiannya lebih berhak terhadap sesamanya [daripada yang bukan kerabat] menurut Kitab Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu", (QS. Al-Anfaal: 75).

Kerap juga disebut "silaturahim", jika dianalisa dari bahasa Arab sebagai asal kata tersebut, ini lebih tepat penggunaannya, hanya saja dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI), justru ini tidak baku.

Silaturahmi dalam KBBI dimaknai sebagai "tali persaudaraan". Sementara itu, orang bugis memaknai kata "rahim" atau "rahmi" dengan "perru". Dan orang yang memotong tali persaudaraan disebut "pettu perru".

Makna dasarnya, dari 'pettu perru' adalah mereka yang memotong 'tali' perut yang menjadi penghubung dari seorang ibu kepada rahimnya, "perru" inilah yang merupakan jalan oksigen dan makanan untuk seorang janin dari ibunya (plasenta). Jadi pemutus "rahim" pada prinsipnya "pemutus kehidupan" atau "pembunuh' janin.

Definisi ini juga diprkuat dengan dalil dari Hadis Nabi, "Laa yadkhulul jannah qaathi. Tidak akan masuk surga orang yang memutus tali silaturrahmi". (HR. Bukhari-Muslim, no. 339).

Tidak ada agama, selain Islam yang begitu memberikan keutamaan yang sangat agung bagi mereka yang gemar menyambung tali persaudaraan.

Selain mendapatkan keuntungan di dunia, di akhirat pun akan mendapat balasan pahala dan surga.

Sebaliknya, memberikan ancaman dosa besar di dunia dan hukuman nereka di akhirat bagi yang gemar memotong tali silaturahmi.

Sebuah hadis bersumber dari Abu Hurairaih, dinarasikan bahwa pernah ada seseorang berangkat mengunjungi saudaranya di daerah yang lain.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved