Opini Tribun Timur
Puasa dan Pengendalian Diri
Hingga suasana kondusif menemani aktifitas Puasa Ramadhan sampai perayaan Idul Fitri. Dan jangan sampai ternoda oleh peristiwa yang diluar nalar.
Oleh : Djusdil Akrim
Doktor Lingkungan, Praktisi Industri dan Dosen KPS Teknik Lingkungan Universitas Bosowa
TRIBUN-TIMUR.COM - Tanpa terasa. Ummat Islam di seluruh penjuru dunia, sudah menunaikan ibadah puasa dalam beberapa hari terakhir ini.
Semoga kedamaian, ketentraman dan kesejukan terus terjaga.
Hingga suasana kondusif menemani aktifitas Puasa Ramadhan sampai perayaan Idul Fitri. Dan jangan sampai ternoda oleh peristiwa yang diluar nalar.
Atau kejadian yang bisa mengusik keharmonisan dan mencederai keagungan bulan suci ini.
Disinilah perlunya setiap insan untuk saling menjaga dan menghormati satu sama lain. Sebab pada hakikatnya salah satu kebermaknaan puasa adalah pengendalian diri.
Bagaimana setiap orang yang menjalankan ibadah puasa mampu mengendalikan diri, dari hal-hal yang bisa membatalkan dan mengurangi nilai pahala puasa. Seperti yang disinyalir oleh Rasulullah SAW bahwa “Ada orang yang berpuasa namun yang dia dapatkan hanya lapar dan dahaga”.
Dengan demikian Ibadah Puasa perlu menjadi sarana Pengendalian Diri bagi siapa saja yang menjalankan, termasuk para pemimpin ummat bahkan presiden sekalipun. Dan tentu juga bagi penulis sendiri! Mari kita belajar untuk selalu mampu mengendalikan diri dalam segala hal. Karena setiap pemimpin akan dimintai pertanggungan jawab dengan apa yang dipimpinnya. Minimal akan diminta pertanggungjawaban terkait dirinya dihadapan Sang Pencipta.
Ramadhan Bulan Berbagi
Selama pelaksanaan ibadah puasa sebulan penuh.
Ada berbagai keutamaan dan fadilah Ramadhan yang menjadi pembeda dari bulan-bulan lainya. Mulai kegiatan ibadah secara personal maupun kegiatan yang bersifat humanis. Seperti sholat berjamaah, berkumpul menjalin silaturrahim dan berbagi antar sesama tanpa memandang latar belakang sosial. Termasuk amalan memberi buka puasa, merupakan perbuatan yang dianjurkan secara syariat.
Tidak heran bila Surat berkop Sekretaris Kabinet Republik Indonesia Nomor R38/Seskab/DKK/03/2023 tanggal 21 Maret 2023 Tentang Buka Bersama. Kebijakan tersebut menuai prokontra publik yang beragam.
Penulis pun setuju dengan statemen Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir. Beliau menekankan perlunya konsistensi dan koherensi sikap Pemerintah terkait kebijakan publik yang lain. Misalnya pagelaran konser, dimana presiden dan ibu negara hadir langsung menonton aksi vokalis favoritnya.
Juga penyelenggaraan moto GP Mandalika dan Formula E yang digelar tahun lalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Opimi-270666.jpg)