Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Harta Kekayaan

Sumber Harta Kekayaan Rp149 M Bamsoet Ketua MPR RI, Koleksi 13 Mobil Mewah Paling Murah Fortuner

Selain punya banyak lahan, Bamsoet ternyata hobi koleksi mobil mahal. Paling murah Fortuner.

Editor: Ansar
Kompas.com
Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) saat ditemui di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta Pusat mendukung 10 persen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dialokasikan untuk dana desa, Minggu (19/3/2023). 

TRIBUN-TIMUR.COM - Sumber harta kekayaan Bambang Soesatyo (Bamsoet) Ketua MPR RI yang mendukung pengucuran anggaran untuk desa.

Bamsoet termasuk dalam deretan orang terkaya dalam MPR RI.

Selain punya banyak lahan, Bamsoet ternyata hobi koleksi mobil mahal. Paling murah Fortuner.

Bamsoet mendukung jika 10 persen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dialokasikan untuk dana desa.

Pernyataan ini disampaikan Bambang saat menghadiri peringatan HUT Undang-Undang Desa ke 9 di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta Pusat.

"Saya mendukung keinginan para kepala desa 10 persen dari APBN untuk desa," kata Bamsoet saat ditemui awak media di GBK, Minggu (19/3/2023).

Baca juga: Sebelum Jadi Menkes Harta Budi Gunadi Rp54 M, Bandingkan Sekarang, Sudah Punya Mini Cooper

Baca juga: Harta Kekayaan Luhut Pandjaitan Bertambah, Punya 20 Bidang Tanah Tersebar di Jakarta hingga Toba

Harta kekayaan Bamsoet berdasarkan LHKPN juga mengalami peningkatan periode 2014-2019 mencapai Rp 64.852.113.941.

Saat jadi Ketua MPR, harta kekayaan Bamsoet maik dua kali lipat.

Baca juga: Harta Kekayaan Reda Manthovani Kajati DKI Tawarkan Restorative Justice Kasus David, Mobil Rp130 Juta

Baca juga: Harta Kekayaan Berkurang saat Jadi Mendibud, Nadiem Makarim Berutang Rp193 Juta, Punya Mobil Audi

Diketahui, ribuan kepala desa, perangkat desa, dan Badan Pengawas Desa (BPD) berkumpul di GBK guna mendesak 10 persen APBN dialokasikan untuk dana desa.

Menurut Bamsoet, masa depan Indonesia berada di desa.

Apabila desa tidak makmur, maka masyarakat akan lari ke kota guna mencari pekerjaan.

Pada akhirnya mereka menjadi beban di kota. 

Karena itu, kata Bamsoet, apabila di desa telah tersedia lapangan kerja, maka terdapat perputaran ekonomi.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved