Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini Tribun Timur

Supersemar dan Superantimager dalam Persfektif Arsip

Kondisinya tetap sama bahwa hingga saat ini kita masih merenung dan tersuguhkan sebuah kejadian yang terjadi 57 Tahun lalu di Negeri yang kita cintai

Editor: Sudirman
Irzal Natsir SE MSi
Irzal Natsir SE MSi, Sekretaris Pengurus Wilayah Asosiasi Arsiparis Indonesia (AAI) Provinsi Sulawesi Selatan 

Irzal Natsir SE MSi

Sekretaris Pengurus Wilayah Asosiasi Arsiparis Indonesia (AAI) Provinsi Sulawesi Selatan

Kondisinya tetap sama bahwa hingga saat ini kita masih merenung dan tersuguhkan sebuah kejadian yang terjadi 57 Tahun lalu di Negeri yang kita cintai bersama berjuluk zamrud khatulistiwa ini. Itu terjadi pada tanggal 11 Maret 1966.

Lebih dikenal dengan sebutan peristiwa Supersemar.

Supersemar ini menjadi momentum sejarah yang menggambarkan bahwa komunis pada prinsip-prinsip kemanusiaan maupun kebangsaan tidaklah cocok berada di bumi pertiwi tercinta.

Supersemar pun menjadi bilik sejarah terjadinya suksesi kepemimpinan negeri ini dari Sang Founding Father, Pemimpin Besar Revolusi, Pimpinan Tertinggi Angkatan Perang, Presiden Seumur Hidup.

Paduka Yang Mulia Insinyur Soekarno yang telah memimpin negeri ini kurang lebih seperempat abad yang kemudian dilanjutkan oleh kepemimpinan Jenderal Besar TNI HM Soeharto yang dijuluki Bapak Pembangunan.

Pak Harto pun memimpin bangsa ini selana 32 Tahun, boleh kita kataken sepanjang sejarah berdirinya negeri ini, presiden kedua kita inilah yang paling lama memimpin dan berkuasa.

Dalam rentan 77 tahun 7 bulan kemerdekaan Republik Indonesia yang telah dipimpin oleh tujuh Presiden hingga kini.

Misteri keberadaan Supersemar pun belum terpecahkan. Ia masih menyisakan keabu-abuan sejarah negeri.

Bahkan ada yang masih meragukan originalitas, faktualitas, dan keakuratan informasi yang melekat pada fisik arsip yang tertulis tinta demi tinta terkait perintah Supersemar tersebut.

Banyak yang mengatakan isi Supersemar itu adalah penyerahan penanganan keamanan negara kepada Soeharto yang chaos karena Gerakan 30 September yang dimotori Partai Komunis Indonesia (PKI).

Tapi tak sedikit juga yang mengatakan Supersemar mengandung informasi terkait pengambilalihan kekuasaan kepemimpinan nasional.

Tentu saja sampai saat ini masyarakat pun masih dibuat bingung dan bertanya tanya tentang keberadaan arsip aslinya apalagi para saksi hidup pun semuanya telah tiada.

Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) pernah mempublish arsip Supersemar tersebut yang tidak menunjukkan secara detail dan sah.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved