Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Profil Mahmudah Ketua PW Aisyiyah Sulsel, Dosen Bahasa Indonesia UNM

Terpilihnya Mahmudah untuk menakhodai Aisyiyah Sulsel usai dilakukan Musyawarah Mufakat (Mufakat) oleh 11 formatur terpilih.

Penulis: Erlan Saputra | Editor: Ari Maryadi
Tribun Timur/Erlan Saputra
Dr Mahmudah ditemui di arena Musyawarah Wilayah Aisyiyah (PWA) Sulsel periode 2022-2027. 

TRIBUN-TIMUR.COM, ENREKANG - Akademisi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Makassar (PBSI UNM), Dr Mahmudah terpilih sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Sulawesi Selatan periode 2022-2027.

Terpilihnya Mahmudah untuk menakhodai Aisyiyah Sulsel usai dilakukan Musyawarah Mufakat (Mufakat) oleh 11 formatur terpilih.

Nama-nama formatur terpilih berdasarkan urutan suara terbanyak diantaranya, Mahmudah, Muliaty Amin, Amirah Mawardi, Nurhayati Azis.

Kemudian, St Aisyah Kara, Hidayah Quraisy, Masriwaty Malik, Titin Nursyamsi, St Nurhayati Ali, Nurlinda Azis, dan Siti Hamdanah Dahlan.

Muswil Aisyiyah Sulsel dilaksanakan selama tiga hari, sejak Jumat - Minggu (3-5/3/2023) di Pendopo Rujab Bupati Enrekang, Jl Jenderal Sudirman, Kelurahan Leoran, Kabupaten Enrekang.

Ia sebelumnya mengemban amanah sebagai Ketua LPPA PW Aisyiyah Sulsel.

LPPA adalah singkatan dari Lembaga Penelitian dan Pengembangan Aisyiyah.

Aisyiyah merupakan organisasi otonom khusus perempuan Muhammadiyah. 

Pergerakan dan kiprah Aisyiyah di Indonesia sangat besar, terutama mendongkrak gerakan perempuan Islam yang berkemajuan.

Dalam kesempatan itu, Mahmudah mengucapkan rasa syukur atas terpilihnya sebagai Ketua Aisyiyah Sulsel.

"Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah atas limpahan rahmat dan syafaat Nabi Muhammad, sehingga proses pemilihan berjalan dengan lancar," ujar Mahmudah di arena Muswil.

Baginya, tantangan ke depan adalah menjaga muruah dan meningkatkan eksistensi Aisyiyah Sulsel melalui cara kepemimpinannya.

Sebagai langkah awal, dirinya akan membentuk struktur kepengurusan dan melakukan pelantikan.

"Kita susun dulu struktur kepengurusan. Setelah itu, kita usul nama-nama ke Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah sesuai dengan anggaran dasar/anggaran rumah tangga (ad/art). Setelah itu baru pelantikan," tegasnya.

Berikut Profil Singkatnya:

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved