Kilas Tokyo
Keamanan yang Terjaga
Satu hal yang terasa sekali, warga Tokyo paham dan terdidik bagaimana langkah menjaga keamanan kota mereka.
Oleh:
Muh Zulkifli Mochtar
Doktor alumnus Jepang dan bermukim di Tokyo.
TRIBUN-TIMUR.COM - Banyak kriteria membuat Tokyo diyakini salah satu metropolitan teraman di dunia.
Tapi satu hal yang terasa sekali; warganya paham dan terdidik bagaimana langkah menjaga keamanan kota mereka.
Setidaknya saya punya dua pengalaman untuk ini. Saya dan keluarga sering melakukan jogging disekitar rumah saat weekend.
Suatu pagi di musim panas, setelah jogging seperti biasa saya menikmati kopi sambil duduk santai di bangku taman kota.
Rasa kopi Jepang nikmat, gula rendah, jenis beragam. Enak sekali minum kopi setelah olahraga sambil bercanda dengan keluarga, ditemani sinar matahari pagi hangat.
Saat perjalanan pulang kerumah, saya terkesiap. Ternyata handphone tidak ada di kantong celana. Segera saya bergegas ke convenience store tempat singgah membeli tadi. Ternyata tidak ada.
Mulai muncul sedikit rasa cemas. Masih ada harapan kedua yakni di taman kota. Ternyata tidak meleset - handphone tergeletak di bangku taman kota tempat duduk tadi. Padahal hilir mudik orang luar biasa banyaknya.
Seseorang yang duduk dibangku disebelahnya menuju kesaya. “Saya duduk disini sekitar 3 menit dan melihat handphone anda. Saya mau menyerahkan ke kantor polisi terdekat, tapi saya menunggu dulu beberapa menit.
Saya prediksi anda pasti secepatnya kembali kesini” katanya. Perasaan lega luar biasa karena tidak kehilangan, juga terbersit perasaan adem nan sejuk merasakan pengalaman menawan ini.
Pengalaman kedua terjadi beberapa waktu lalu. Saya, istri dan anak saya yang siswa SD dalam perjalanan pulang sehabis menghadiri acara sekolah.
Di sebuah persimpangan kecil, mata saya tertumbuk sebuah handphone yang tergelatak di jalan. Pasti terjatuh tidak tersadari pemiliknya. Di covernya juga terselip dua credit card dan ATM.
Saya sempat kebingungan beberapa saat harus bertindak bagaimana. “Ini jalan umum, saya akan bawa ke kantor polisi ya” kata anak saya.
Melihat kebimbangan saya, cepat sekali dia bertindak mengambil handphone dan berlari sendiri menuju pos polisi dekat sekolahnya.
Menyerahkan handphone, memberi tanggung jawab sepenuhnya ke bapak polisi. Terlihat anak tersenyum lega.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Muh-Zulkifli-Mochtar-1-2492022.jpg)