Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Mohammad Natsir

Beliau adalah Perdana Menteri pertama (1950-1951) Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)..

dokumen Tribun Timur
Anwar Arifin Andipate 

Tak salah jika tokoh-tokoh Masyumi lebih dekat dengan tokoh-tokoh Partai Sosialis Indonesia (PSI) pimpinan Sutan Syahrir yang tergolon dalam pemikiran politik sosialisme demokrat.

Masyumi dan PSI banyak mendapat pengaruh Barat, terutama faham demokrasi dan cita-cita berpolitik gaya Barat (Eropa). Natsir dan Syahrir serta pengikutnya sangat antikomunisme. Yang bersifat totalier.

Sebaliknya Soekarno dan Partai Nasional Indonesia justru bersimpati pada komunisme yang antikapitalisme dan imperilaisme.

Tak salah jika kedua aliaran itu berseberangan dalam konstituate dengan perbandinga 4 banding 5 (Natsir dkk, 4. Pendukung Soekarno 5).

Itulah sebabnya konstituante, dinilai gagal menetapkan UUD yang baru, Natsir adalah tokoh besar yang telah memenuhi PANGGILAN ZAMANNYA.

Gagasannya hingga kini masih hidup di kalangan intelektual dan politisi muslim Indonesia. Budaya politik Natsir bersumber dari Islam. Natsir tokoh Islam politik yang cerdas, saleh, dan sedehana.yang meninggalkan catatan sejarah dengan tinta emas. Karyanya dalam bentuk buku menjadi bacaan “wajib” banyak aktivis muslim. ALFATIHA. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved