Hama Burung Pipit
Curhat Petani Maros Padinya Diserang Burung Pipit, Dulu Bisa 400 Karung Kini Cuma Panen 20 Karung
Ada sekitar 80 hektare sawah terdampak serangan hama burung pipit di Desa Minasa Baji Maros.
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Hasriyani Latif
Akibat serangan burung pipit, petani pun merugi.
Mereka terpaksa memanen padi meski masih terhitung muda.
Baca juga: Waspada! Barang Pembawa Hama Tanaman dan Hewan dari China Masuk Sulsel
Baca juga: Pangdam Hasanuddin Mayjen TNI Totok Imam Puji Pembuatan Pupuk dari Bangkai Hama Tikus di Pinrang
Jufri menuturkan, jika biasanya dia bisa memperoleh padi 400 karung dari sawahnya yang seluas kurang lebih 3 hektare, kini dia hanya mendapatkan 20 karung.
"Petani terpaksa memanen padi meski masih muda. Memang jumlah panennya menyusut, dari yang sebelumnya kita bisa memanen sampai 400 karung, sekarang sisa 20 karung saja," tururnya.
Dengan kondisi padi yang dipanen muda, dirinya pun khawatir pedagang tak akan mau membeli.
"Kami pun ragu pedagang mau membeli karena kondisi padinya diambil saat masih muda yang tentunya kualitasnya akan berbeda dengan padi yang dipanen tepat waktu. Kalau dihitung-hitung kerugian saya sendiri sampai Rp 35 juta," tutupnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Petani-memperlihatkan-kondisi-padinya-yang-diserang-Burung-Pipit-di-Desa-Baji-Pamai-maros.jpg)