Tribun Economic Perspective

Prospek Ekonomi Indonesia 2023

Prospek ekonomi Indonesia tahun 2023 lebih buruk dibanding 2022 namun masih lebih baik dibanding negara maju.

Editor: Hasriyani Latif
dok pribadi/syarkawi rauf
Muhammad Syarkawi Rauf Dosen FEB Unhas dan Komut PTPN IX Jawa Tengah. Syarkawi Rauf penulis Tribun Economic Perspective berjudul 'Prospek Ekonomi Indonesia 2023'. 

Oleh:
Muhammad Syarkawi Rauf
Dosen FEB Unhas/ Komisaris Utama PTPN IX

TRIBUN-TIMUR.COM - Happy New Year 2023. Perekonomian Indonesia segera memasuki tahun 2023 yang menantang. Tantangan terbesar bersumber dari ancaman resesi global, khususnya pelambatan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) dan kontraksi ekonomi Zona Euro (ZE).

Masalah utama perekonomian AS tahun 2023 adalah inflasi dan suku bunga tinggi. Tingkat inflasi AS hingga Nopember 2022 sekitar 7,7 persen. Hal ini masih jauh dari target inflasi The Fed, bank sentral AS sebesar 2 persen.

Meskipun demikian, pertumbuhan ekonomi AS mulai membaik pada kuartal ketiga 2022. Perkiraan pertumbuhan ekonomi AS sekitar 4 persen pada kuartal keempat 2022. Trend yang positif dapat dipastikan berlanjut hingga tahun 2023.

Prospek ekonomi ZE tahun 2023 lebih buruk. Perekonomian ZE diperkirakan tumbuh negatif pada kuartal keempat 2022. Pertumbuhan negatif akan berlanjut hingga tahun 2023. Perkiraannya, ZE secara resmi mengalami resesi pada kuartal pertama 2023.

Inflasi, suku bunga tinggi dan fluktuasi kurs menjadi tantangan utama perekonomian Indonesia tahun 2023. Dimana The Fed dan European Central Bank (ECB) masih akan terus menaikkan suku bunga acuan hingga inflasi mencapai 2 persen.

Kenaikan suku bunga The Fed dan ECB memaksa Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan. Tujuannya untuk menghindari capital outflow yang dapat menyebabkan currency crisis, fluktuasi tajam Rupiah per Dollar AS tahun 2023.

Happy new era 2023, yaitu era suku bunga tinggi. Hal ini menekan permintaan kredit, baik kredit investasi maupun konsumsi. Selama ini, konsumsi rumah tangga dan investasi menjadi kontributor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Tantangan Jangka Pendek

Prospek ekonomi Indonesia tahun 2023 lebih buruk dibanding 2022. Namun masih lebih baik dibanding negara maju.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2023 melambat menjadi 4,7 persen - 5,1 persen sesuai perkiraan berbagai lembaga Internasional. Lebih rendah dibanding pertumbuhan tahun 2022 yang diperkirakan 5,3 persen - 5,5 persen.

Dari sisi permintaan, tantangan perekonomian Indonesia adalah rasio utang terhadap Gross Domestic Product (GDP) yang meningkat. Rasio utang terhadap GDP tahun 2021 sekitar 41,20 persen, diperkirakan akan mengalami peningkatan tahun 2022.

Terbatasnya ruang fiskal karena pemerintah Indonesia menargetkan defisit fiskal terhadap GDP 3 persen tahun 2023.

Defisit tertinggi dalam satu dekade terakhir sebesar 6,5 persen tahun 2020. Turun menjadi 4,65 persen tahun 2021 dan 3,9 persen tahun 2022. Diluar perkiraan, defisit fiskal hingga akhir 2022 sekitar 1,22 persen terhadap GDP.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved